Mitrapost.com – Ramai masyarakat membincangkan masalah desil. Banyak masyarakat yang mengaku mendapatkan desil tinggi padahal penghasilannya biasa saja.
Sebagaimana yang diketahui, masyarakat bisa melakukan pengecekan desil secara mandiri melalui websitedtsen-form.bps.go.id dengan memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Namun setelah melakukan pengecekan mandiri, masyarakat mengaku mendatkan desil tinggi.
“Udah pada cek data ekonomi kalian kah? Kalian di desil berapa? Aku mau flexing lah, karena aku masuk desil 10 alias SANGAT KAYA. Entahlah..
Aminkan aja ya gaes ya.. amiiin.. Ada tetangga yg kerja serabutan tapi masuk desil 9,” tulis listyan******.
Warganet lain juga mengaku tak memiliki rumah, namun masuk desil 9.
“Terlepas dari tabel nya yg hoax, gue rasa ini pengukurannya perlu dibenahi sih. Masa iya gue di desil 9 weiii??? Rumah aja kaga punya,” tulis @Seek******
“mamaku single parent dengan gaji 1,4 jt perbulan, tapi herannya kami malah dapet desil 9. aneh banget:( kip kuliahku terancam gagal karena desilnya terlalu tinggi.. padahal seharusnya kami masuk desil 3,” tulis @keluhkesah*****.
Menanggapi keluhan masyarakat, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pembagian desil didasarkan pada data yang dikumpulkan lewat sensus.
Dilansir dari laman Cek Bansos Kemensos, desil diukur dari variabel sosial ekonomi meliputi keterangan individu seperti pekerjaan dan pendidikan, keterangan perumahan yaitu kondisi rumah dan daya listrik, hingga kepemilikan aset.
“Kan kita udah ada, desil itu basisnya sensus ekonomi. Jadi, sudah ada DTSEN (data tunggal sosial dan ekonomi nasional),” ujarnya dilansir dari Detik.
Sementara itu, Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf menyebut desil dapat diperbarui setiap tiga bulan.
Warga yang merasa data ekonominya tidak sesuai dapat melakukan sanggahan lewat aplikasi Cek Bansos atau lewat kelurahan dan desa setempat.
“Setiap tiga bulan sekali ada hasil pemutakhiran. Maka itu kita harapkan memang semuanya bisa ikut berpartisipasi aktif dalam pemutakhiran data ini,” ujarnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com






