Pati, Mitrapost.com – Nelayan tradisional Sungai Silugonggo di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, sementara ini tidak bisa mencari ikan. Hal tersebut dikarenakan sungai mengalami kekeringan di sejumlah titik.
Dampak mengeringnya Sungai Silugonggo turut dirasakan oleh salah satu nelayan di Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus, Suwarno (54). Suwarno mengaku tidak bisa mencari ikan sejak air sungai mengering. Imbasnya, dia harus menganggur untuk sementara waktu.
“Maaf ya, kekeringan macam ini ya tidak bisa bekerja nelayan. Selama ini, ya pengangguran,” ujar Suwarno.
Menurutnya, ada sekitar 300 nelayan yang ikut terdampak kondisi ini. Ratusan nelayan tersebut berasal dari Kecamatan Juwana hingga Gabus.
Ia berharap ada perhatian dari pemerintah mengenai persoalan yang timbul akibat mengeringnya Sungai Silugonggo agar para nelayan bisa mencari ikan lagi. Ia menilai, kondisi yang terjadi sudah parah.
Suwarno mengatakan, tanta-tanda Sungai Silugonggo mengering mulai terlihat sejak 4 bulan lalu. Kondisi ini disebabkan wilayah tersebut tidak turun hujan selama musim kemarau. Ia memperkirakan kondisi ini akan berlangsung 3 sampai 4 bulan ke depan.
Selain faktor cuaca, Suwarno mengatakan adanya faktor pendangkalan sungai yang turut memperparah kondisi ini. Selain itu, dia menyebut ada bendung karet yang bocor, sehingga air sungai mengalir lepas ke laut Juwana. Ini juga berimbas pada mengeringnya Sungai Silugonggo.
Penghasilan Rp50 – Rp100 Ribu Per Hari
Sebelum Sungai Silugonggo mengering, Suwarno mengaku bisa memperoleh penghasilan Rp50 sampai Rp100 ribu per hari dari mencari ikan. Rata-rata ikan yang didapatkan yaitu jenis lundu, kutuk dan jepet.
“Sekitar Rp50 sampai Rp100 ribu dapat dalam satu hari. Jenis Ikannya, ikan lundu, ikan kutuk, ikan jepet. Dijual di pasar Ngantru dan Pasar Gabus,” pungkasnya. (*)

Wartawan Mitrapost.com






