Tukang Becak di Kulon Progo Masuk Desil 9, BPS: Sudah Dimutakhirkan ke Desil 3

Mitrapost.com – Seorang pengemudi becak motor asal Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), bernama Timbul (49), sempat viral lantaran tercatat berada dalam kategori desil 9.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia (RI), Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan bahwa saat ini Timbul berhasil update data dengan memasuki desil 3, setelah dilakukannya pembaruan data.

“Kan sudah, sudah dimutakhirkan, sekarang dia ada di desil 3,” ujar Amelia setelah melakukan sensus ekonomi ke Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI Ahmad Muzani, Widya Chandra, di Jakarta Selatan.

Menurut Amelia, kunci dari data resmi yang ada di BPS adalah pemutakhiran. Oleh karena itu, data ekonomi dari pengemudi becak tersebut sudah sesuai dengan fakta yang ada di lapangan setelah dimutakhirkan.

“Bukan, karena datanya bukan dimutakhirkan karena beliau belum memasukkan datanya itu ke kanal pemutakhiran. Setelah dimutakhirkan, sesuai,” jelasnya pada Jumat (29/08/2026).

“Jadi kuncinya adalah pemutakhiran, menjadi kunci supaya datanya sesuai dengan fakta yang terbaru,” lanjutnya, dikutip dari Detik.

Sebelumnya, Timbul baru mengetahui dirinya masuk ke dalam kategori desil 9 ketika sedang mengurus keringanan bagi anaknya yang diterima di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melalui jalur mandiri.

Saat itu, Timbul mendatangi kantor kelurahan untuk mengurus surat keterangan tidak mampu (SKTM) sebagai salah satu syarat pengajuan keringanan dan beasiswa, lantaran anaknya dikenai biaya masuk awal sebesar Rp15 juta.

Oleh karena itu, ia berniat melakukan pengajuan keringanan atau beasiswa melalui Program Indonesia Pintar (PIP).

“Mau pakai PIP sama mengajukan beasiswa, saya cari SKTM datang ke balai desa, tapi ternyata dicek sama Pak Lurah ternyata desilnya 9,” kata Timbul di kediamannya, Senin (24/08/2026), belum lama ini.

“Terakhir dapat bansos PKH (bantuan sosial Program Keluarga Harapan) itu sekitar 4 atau 6 bulan yang lalu. Itu nilainya sembako, terus orang tidak mampu, terus anak sekolah itu sekitar Rp1,1 juta,” tambahnya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati