Mitrapost.com – Ratusan rumah di kawasan Gambir, Jakarta Pusat (Jakpus), dilalap si jago merah siang kemarin. Selain membakar rumah-rumah warga, kebakaran itu juga menghanguskan sebuah gedung kosong.
Adapun rumah yang terbakar pada Senin (31/8/2026) berjumlah 114 unit di dua RT. Sebanyak 880 orang dari 310 kartu keluarga (KK) terdampak insiden ini. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kebakaran ini.
“Alhamdulillah untuk korban jiwa dari masyarakat sampai hari ini belum ada korban,” terang Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Mirzal Maulana, Senin malam, dikutip Detik.
“Rumah yang terbakar di dua RT, RT 04 dan RT 05 Batuceper, Jakarta Pusat,” lanjut dia lagi.
Peristiwa kebakaran itu dilaporkan warga kepada unit pemadam kebakaran lewat telepon pada pukul 13.40 WIB, kemudian operasi pemadaman dimulai pukul 13.46 WIB. Api baru dipadamkan setelah lima jam kemudian.
Petugas di lapangan sempat terkendala karena api menyebar cepat dan embusan angin lumayan kencang. Pihak kepolisian juga menurunkan forensic untuk mengidentifikasi penyebab kebakaran di kawasan permukiman tersebut.
“Masih didalami ya penyebab kebakaran, karena api itu sangat cepat dan angin juga kencang sekali dan saat ini tim identifikasi forensik untuk standby untuk melakukan penyisiran apabila nanti pendinginan sudah dilakukan,” ujarnya.
Selain membakar rumah warga, api juga merambat hingga ke gedung kosong. Penyebaran api berlangsung cepat karena faktor angin dan hawa panas, sehingga kayu-kayu dalam gedung kosong tersebut mudah terbakar.
“Terjadi penyebaran tadi (ke gedung kosong), makanya kita tambah dua unit tadi buat di sana. Ada (api) tadi,” kata Kasudin Gulkarmat Jakarta Pusat Syarifudin.
“(Karena) Angin dan panas, hawa panas. Di (sana) memang ada tumpukan kayu, ya. Jadi hawa panas ini bisa mentransfer ke kayunya, jadi penyalaan. Kayu-kayu bekas bangunan, bekas-bekas proyek, tumpukan itu,” katanya.
Sebanyak 4 posko turut disiapkan pemerintah untuk menampung ratusan korban kebakaran. Posko tersebut berdiri di lapangan hingga tanah kosong. Bantuan makanan juga diberikan dari berbagai instansi, mulai dari BAZNAS hingga PMI.
“Untuk posko kita ada empat posko, ada yang di belakang, di lapangan, tanah kosong, dan di rumah warga juga,” kata Camat Gambir Muhammad Iqbal. (*)

Redaksi Mitrapost.com

