Musim Kemarau, Ribuan Hektare Lahan Tanaman Padi di Pati Terancam Gagal Panen

Pati, Mitrapost.com Ribuan hektar lahan tanaman padi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah terancam gagal panen. Hal itu dipengaruhi dampak dari musim kemarau di tahun 2026 ini.

Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati, Ratri Wijayanto menyebut bahwa ada 2.655 hektar lahan tanaman padi yang terancam gagal panen. Diantaranya tersebar di Pati Kota, Margorejo, Jakenan dan Kayen.

“Adapun mungkin area yang relatif akan terdampak di angka sekitar 2.655 hektar,” ujar Ratri kepada Mitrapost.com.

Selain karena musim kemarau, jelas dia, keringnya Sungai Silugonggo juga berpengaruh terhadap sumber pengairan bagi lahan pertanian masyarakat.

Menyikapi keringnya Sungai Silugonggo, Ratri menyampaikan bahwa Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra telah berupaya mengirim surat kepada BBWS Pemali Juana untuk menyalurkan air baik dari Waduk Kedung Ombo maupun Logung. Hal tersebut dinilai akan membantu pengairan lahan tanaman padi di sepanjang Sungai Silugonggo.

“Upaya selanjutnya ini kami pak Plt Bupati Pati sudah berupaya untuk bersurat kembali berupaya untuk memohon kepada BBWS menggelontorkan yang dari Kedung Ombo, Logung atau mungkin dari Gunung Rowo,” jelas dia.

Ratri mengatakan, sebelumnya Pemkab Pati juga telah berkirim surat kepada BBWS Pemali Juana. Sehingga pada tanggal 22 Agustus 2026, telah ada pengiriman air namun hanya sampai di perbatasan Desa Kosekan dan Tanjang.

“Penggelontoran pada tanggal 22 Agustus kemarin sudah ada pembukaan dan digelontorkan selama dua hari dengan debit 3 meter kubik selama dua hari dua malam. Alhamdulillah sudah mengairi sungai Juwana walaupun baru sampai di perbatasan Kosekan dan Tanjang,” ujarnya.

Salah seorang petani asal Desa Karangrowo, Kecamatan Jakenan, Sugiyono sempat mengeluhkan kondisi Sungai Silugonggo yang kering di musim kemarau ini. Hal itu membuat tanaman padi miliknya terancam puso.

Bahkan Sugiyono telah merogoh Rp13 juta untuk menanam padi di lahan seluas 0,88 hektar.

“Biaya tanamnya saja sawah saya yang luasnya 0,88 hektar atau 8.800 meter itu saja kemarin saja sudah habis Rp13 juta. Itu baru biaya tanamnya,” ujar Sugiyono. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati