Mitrapost.com – Heboh dugaan pelecehan seksual modus pembuatan konten video boneka di Surabaya, Jawa Timur.
Dugaan ini mencuat setelah salah satu korban perempuan inisial AS mengunggah kisahnya di media sosial beberapa waktu lalu. Ia mengatakan, peristiwa tak mengenakan itu terjadi pada 5 Agustus 2026 malam di kawasan Jalan Tunjungan, Surabaya.
Saat itu, AS dan temannya dihampiri dua pria yang mengajak mereka membuat konten video singkat. Awalnya, pria tersebut meminta temannya tos, lalu akan memberikan boneka kepada perempuan tersebut.
Meski sempat menolak, temannya itu setuju diajak membuat konten. Bahkan, AS yang masih menolak, kemudian ditarik agar bersedia in-frame atau masuk ke dalam kamera. AS bercerita, kedua pria itu memberikan instruksi janggal, seperti memegang ekor boneka.
“Tos-tosan, ngasih boneka, disuruh lihat ekor bonekanya, disuruh pegang ekornya, ketawa-ketawa dan saling lempar satu sama lain,” bebernya dalam unggahan di media sosial.
Sementara itu, Kasatres PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya AKBP Melatisari mengatakan akan mendalami dugaan pelecehan tersebut. Pihaknya turut mengimbau warga agar lebih berhati-hati saat berada di ruang publik.
“Kami cek lagi,” kata Melatisari.
“Lebih jaga diri dan lingkungan sekitar serta tingkatkan kewaspadaan terhadap setiap bentuk perilaku yang mengarah pada kekerasan atau pelecehan seksual. Laporkan jika mengetahui hal tersebut,” tuturnya lagi.
Sementara itu, kreator konten video tersebut mengirimkan pesan permohonan maaf secara langsung kepada AS. Ia mengklaim tidak berniat membuat konten dengan tujuan merendahkan individu maupun kelompok tertentu.
“Dengan kesadaran penuh dan ketulusan, saya benar-benar ingin meminta maaf kepada semua pihak dan terutama kepada kakak yang merasa terganggu dan saya rugikan bahkan lecehkan,” tulisnya dalam pesan.
“Saya tidak bermaksud untuk menyakiti, mempermalukan, ataupun membuat siapa pun merasa tidak nyaman dan lecehkan,” lanjutnya lagi. (*)

Redaksi Mitrapost.com






