Jalan di Krapyak Semarang Tertutup Kabut Asap Imbas Kebakaran TPA Jatibarang

Mitrapost.com – Jalan di kawasan Krapyak, Semarang tertutup kabut asap tipis imbas kebakaran yang melanda TPA Jatibarang.

Akibatnya, jarak pandang para pengendara menjadi terbatas. Asap juga sampai ke permukiman warga.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, M Abdul Hakam mengatakan, fokus pemerintah saat ini adalah memadamkan kebakaran dan mengantisipasi dampak asap pada kesehatan masyarakat.

“Pemerintah Kota Semarang menaruh perhatian serius terhadap kebakaran di TPA Jatibarang dan potensi penyebaran asap ke wilayah di sekitarnya. Prioritas utama saat ini adalah mengendalikan dan memadamkan kebakaran secepat mungkin pada sumbernya, sekaligus melindungi masyarakat agar paparan asap dan potensi dampaknya terhadap kesehatan dapat diminimalkan,” ujarnya dilansir dari Kompas.

Asap dari TPS dinilai dapat berbahaya karena ada partikel halus yang dapat masuk ke sistem pernapasan.

“Dari perspektif kesehatan masyarakat, perhatian kita bukan hanya terhadap bau atau berkurangnya jarak pandang. Asap merupakan campuran berbagai partikel dan gas hasil pembakaran. Salah satu komponen yang menjadi perhatian adalah partikulat halus atau PM2.5 yang dapat masuk jauh ke saluran pernapasan,” ujarnya.

Olah karena itu, untuk antisipasi, masyarakat diimbau tak banyak beraktivitas di luar ruangan selama asap masih ada.

“Karena itu, pesan utama kepada masyarakat adalah mengurangi paparan asap sebanyak mungkin. Masyarakat yang berada di wilayah terdampak asap dianjurkan untuk sementara mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama aktivitas fisik berat,” ujarnya.

Masyarakat juga diimbau menggunakan respirator partikulat atau masker standar N95 yang dapat memfilter udara.

“Bagi masyarakat yang harus beraktivitas di luar ruangan pada wilayah berasap, respirator partikulat seperti N95 atau yang setara dan terpasang dengan baik dapat membantu mengurangi paparan partikel halus,” ujarnya.

Kelompok yang menjadi perhatian adalah anak-anak, lansia, ibu hamil, serta warga yang memiliki riwayat penyakit sistem pernapasan dan jantung.

“Perhatian khusus perlu diberikan kepada anak-anak, lansia, ibu hamil, serta masyarakat dengan asma, penyakit paru, penyakit jantung, atau penyakit kronis lainnya, karena kelompok tersebut dapat lebih rentan terhadap dampak paparan asap,” ujarnya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati