Kasus ISPA di Pati Tembus 135.736, Usia 5 sampai 11 Tahun Terparah

Pati, Mitrapost.com – Kasus infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) di Kabupaten Pati, Jawa Tengah tembus 135.736 orang hingga September 2026. Dari jumlah itu, kasus terparah berada di usia 5 sampai 11 tahun dengan total 57.866 kasus.

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati, kasus ISPA di bulan Januari mencapai 16.378 orang, Februari 15.903 orang, Maret 14.282 orang, April 15.690 orang, Mei 15.017 orang dan Juni 16.667 orang.

Sementara, untuk data kasus ISPA di bulan Juli tercatat 14.019 orang, Agustus 14.511 orang dan September 13.269 orang.

Pemegang Program ISPA Dinkes Pati, Syamsul Ma’arif menyebut, kasus ISPA di wilayahnya dari bulan Januari hingga September 2026 rata-rata mencapai 13 ribu hingga 16 ribu setiap bulannya.

“Kalau dari Januari itu 16 ribu sekian, Februari 15 ribu, kemudian Maret 14 ribu. Rata-rata itu 13 ribu sampai 16 ribu yang ISPA,” ujar Syamsul ditemui di kantor Dinkes Pati, Senin (26/10/2026) siang.

Menurutnya, dengan data yang ada itu, kasus ISPA di Kabupaten Pati tercatat belum ada kenaikan yang signifikan pada setiap bulannya.

“Untuk data ISPA di Kabupaten Pati itu belum ada kenaikan yang signifikan, masih hampir sama setiap bulan,” kata dia.

Syamsul menjelaskan bahwa kasus ISPA dipicu oleh sejumlah faktor, diantaranya lingkungan, sanitasi hingga personal.

“Kalau ISPA ada banyak faktor, ada faktor juga lingkungan, faktor sanitasi, faktor personal, lingkungan juga mempengaruhi salah salah yang mempengaruhi misalnya cuaca panas biasanya cuaca panas otomatis tenggorokan terpengaruh dan batuk meningkat,” jelasnya.

Lebih lanjut, guna mengantisipasi lonjakan kasus ISPA, Dinkes Pati mengimbau kepada masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan. Akan tetapi apabila aktivitas itu dilakukan, masyarakat diimbau untuk menggunakan alat pelindung.

“Untuk mengantisipasi ISPA di musim kemarau ya karena cuacanya panas juga, mungkin pertama ketika keluar rumah diupayakan jangan di waktu yang teriak atau panasnya, mungkin bisa pagi atau sore atau misalkan terpaksa keluar di siang hari bisa menggunakan alat pelindung diri misalkan pakai masker, pakai helm, pakai jaket. Sehingga kondisi tubuh tidak terpengaruh dengan cuaca panas,” pungkasnya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati

Berita Terkait