Mitrapost.com – Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) bersama dengan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) melakukan percepatan persiapan pembangunan sebanyak 12 kawasan kota masa depan (smart city).
Dalam hal ini, upaya persiapan pembangunan tersebut mencakup di antaranya penyiapan lahan, pembentukan tim, hingga penyusunan rencana induk (master plan), yang ditujukan agar pelaksanaan proyek dapat segera dimulai.
Menurut Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, pembangunan smart city akan membutuhkan struktur organisasi dan tim pelaksana yang kuat serta didukung oleh tenaga ahli yang berpengalaman.
Pernyataan tersebut disampaikan, mengingat skala investasi dan komplektisitas pembangunan smart city jauh lebih besar jika dibanding dengan pembangunan fasilitas komersial pada umumnya.
Oleh sebab itu, setiap proyek pembangunan smart city nantinya harus memiliki struktur pengelolaan yang jelas, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan.
“Setiap project itu nanti ada struktur project-nya karena investment-nya kan gede dan itu project bukan bangun hotel, tapi bangun kota. Makanya yang di atas ini expert-expert, yang di bawah itu nanti organisasinya yang eksekutornya yang kuat-kuat juga,” ujar Dony, dikutip dari CNBC Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan Dony Oskaria bersama dengan Direktur Utama (Dirut) PT Kota Masa Depan Indonesia, Musa Bangun, di Wisma Danantara.
Pengembangan smart city ini dirancang sebagai sebuah kawasan modern dan terintegrasi yang menggabungkan sejumlah fasilitas, mulai dari hunian, universitas, rumah sakit, pusat perbelanjaan, hingga infrastruktur perkotaan yang tertata, dengan mengedepankan konsep kota modern yang didukung oleh penataan utilitas perkotaan yang lebih baik. (*)

Redaksi Mitrapost.com







