Pati, Mitrapost.com – Puncak musim hujan yang masuk wilayah Kabupaten Pati, Jawa Tengah, diperkirakan bakal terjadi di bulan Desember 2026 dan Januari 2027 mendatang.
Meskipun baru diperkirakan, masyarakat diminta untuk tetap mewaspadai terhadap bencana hidrometeorologi yang dipicu dari hujan berintensitas tinggi.
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya mengatakan mulai memetakan wilayah yang rawan terhadap bencana tanah longsor utamanya di dataran tinggi.
“Maka saya menghimbau kepada masyarakat terutama yang ada di wilayah seperti di Kecamatan Gembong, Tlogowungu, Cluwak, Gunungwungkal, itu dimana ada kontur permukaan tanah yang miring itu lebih baik diwaspadai,” ujar Martinus.
Ia mengatakan apabila awal bulan Desember terjadi hujan dengan intensitas lama, masyarakat yang menghuni rumah pinggiran tebing dihimbau untuk bergeser terlebih dahulu. Pasalnya, hal tersebut sangat membahayakan jika terjadi tanah longsor.
“Manakala setelah pertengahan bulan November awal Desember kalau memang ternyata ada turun hujan deras dengan waktu yang lama. Lebih baik bergeser dulu menghindari tanah longsor terutama rumah-rumah di pinggir tebing,” imbuhnya.
Ia menambahkan masyarakat perlu mewaspadai potensi tanah longsor sejak sekarang. Karena, tanah yang berongga di musim kemarau ini rawan terjadi longsor saat diguyur hujan deras.
“Ini yang harus kita waspadai, karena situasi tanah yang masih berongga, karena kering kemudian nanti ada potensi hujan deras di bulan Desember dan Januari, maka saya menghimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati, karena potensi longsor itu sangat mungkin terjadi,” terangnya.
Selain mewaspadai, Martinus juga mengajak masyarakat untuk melakukan gerakan bersama seperti menutup rongga-rongga tanah sebelum musim hujan tiba.
“Kemudian kalau masyarakat itu mau menjadi gerakan bersama ketika tanah itu sudah mulai solid mulai basah baik kalau rongga-rongga tanah yang tercipta atau terbentuk di musim kemarau ini kemudian ditutup dengan tanah supaya nanti kalau air meresap tidak mengurangi potensi kekuatan air yang akan mendorong tanah itu ke bawah,” tandasnya. (*)

Wartawan Mitrapost.com







