Viral Guru MA di Grobogan Copot Foto Wapres Gibran, Kanapa?

Mitrapost.com – Viral guru Madrasah Aliyah di Kabupaten Grobogan mencopot foto Wakil Presiden Gibran yang terpajang di ruang kelas.

Dalam video yang beredar di media sosial, sang guru mengatakan bahwa ia mencopot foto tersebut karena menunggu keputusan resmi terkait status Wapres Gibran.

“Bismillah, sementara kita turunkan dulu sampai kemudian ada keputusan resmi apakah Wakil Presiden Republik Indonesia yang sekarang, Gibran Rakabuming Raka, masih menjadi wakil presiden atau tidak. Bismiilah,” ucap guru dalam unggahan Facebook Asa Kehidupan.

Peristiwa itu diketahui terjadi di Madrasah Aliyah (MA) Plus Al-Hidayah, Desa Sumberjosari, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan. Orang dalam video tersebut adalah Kepala MA, Ahmad Zaki Iqbal.

Ahmad Zaki sendiri menyebut, pencopotan foto itu dilakukan di seluruh ruang kelas. Ia sengaja melepas foto tersebut hingga ada putusan resmi terkait status Wapres Gibran.

“Kelas yang ada terpampang gambar ewakil presiden untuk sementara ini kita lepas terlebih dahulu, kita simpan sampai nanti memang kalau memungkinkan ada putusan hukum yang jelas dan pasti sudah menyatakan apakah itu sah dan tidak baru kita pasang. Tapi kalau tidak ya barangkali ini menjadi selamanya kita lepas,” ujarnya dilansir dari Detik.

Ia sendiri memilih mencopot foto itu lantaran sempat ditanya muridnya terkait status ijazah Gibran dan pendidikannya.

“Karena kita dari dari dunia pendidikan ya, kita menjadi sebuah dilema ketika muncul dari pertanyaan dari anak-anak menanyakan bagaimana dengan posisi wakil presiden yang kemudian dipertanyakan terkait dengan masalah ijazah,” ujar Zaki.

“Yang kemudian itu diperkuat dari hasil sidang MK maupun di MA yang menyatakan ijazahnya tidak ada. Ini menjadi pertanyaan besar dan kegelisahan pada pada anak-anak tentu saja,” lanjutnya.

Pencopotan itu juga dilakukan sebagai pemberian pemahaman kepada murid-muridnya bahwa pendidikan merupakan hal yang penting.

“Secara mentalnya anak-anak menjadi sebuah pertanyaan bahwa lalu kenapa kalau kemudian pendidikan itu tidak menjadi sebuah syarat utama untuk sebuah pekerjaan yang akan dicapai, lalu buat apa kita nanti sekolah? Itu pertanyaan-pertanyaan mendasar pada anak-anak,” ujarnya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati