Kudus, Mitrapost.com – Viral kabar yang menyebut wanita kena begal di kawasan persawahan Dukuh Mudalrejo, Desa Kedungsari, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus ternyata hoaks.
Pihak Polsek Gebog telah menelusuri informasi tersebut dan melakukan konfirmasi kepada wanita yang bersangkutan berinisial FK (24), warga Kecamatan Gebog, Kudus, pada Jumat (6/11/2026).
Hasilnya, petugas tak menemukan kebenaran atas informasi yang beredar. Selain itu, tak ada kehilangan telepon dan dompet sebagaimana yang dinarasikan di media sosial.
Kapolsek Gebog AKP Siswanto mengungapkan berdasarkan keterangan FK, ia awalnya keluar rumah bersama temannya pada Kamis (5/11/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.
Ia hendak memperbaiki ponselnya di konter yang berlokasi di Desa Demangan, Kecamatan Kota, Kudus. Namun saat di tengah perjalanan, pihak konter menyampaikan bahwa mereka akan segera tutup.
FK dan temannya akhirnya mencari makan di sekitar Alun-alun Simpang Tujuh Kudus. Setelah itu, ia mengatarkan temannya pulang di Desa Besito. Ia pun lanjut perjalanan pulang sendirian. Namun saat melintas di persawahan Desa Kedungsari, ia merasa diikuti orang tak dikenal. Kondisi jalan saat itu gelap dan sepi.
Saat dekat permukiman, FK takut dan panik sehingga kehilangan kendali. Ia pun terjatuh ke pinggir sawah sekitar pukul 23.00 WIB. Orang yang dicurigai FK, ternyata membantunya. Namun FK salah paham dan berteriak meminta tolong hingga terdengar warga.
Warga pun datang memberi bantuan. Sedangkan orang yang tadi di lokasi meninggalkan tempat. Warga pun membantu mengevakuasi kendaraan dan membawa FK ke Rumah Sakit Islam Sunan Kudus untuk mendapatkan penanganan medis. Akibat terjatuh, korban mengalami retak pada bagian kaki.
Setelah memperoleh keterangan langsung dari korban, Kapolsek Gebog AKP Siswanto menegaskan bahwa informasi mengenai adanya aksi pembegalan sebagaimana viral di media sosial tidak benar.
“Setelah kami melakukan konfirmasi secara langsung kepada yang bersangkutan, informasi mengenai adanya pembegalan dan kehilangan barang berharga berupa handphone maupun dompet tidak benar. Berdasarkan pengakuan korban, saat itu dirinya merasa takut dan panik ketika melintasi jalan persawahan yang sepi dan gelap karena merasa seperti diikuti seseorang,” tegas AKP Siswanto. (*)

Redaksi Mitrapost.com







