oleh

Griya Lansia Aisyiyah, Panti Jompo Gratis untuk Miskin Duafa di Pati

Pati, Mitrapost.com – Organisasi otonom bagi wanita Muhammadiyah, Aisyiyah Kabupaten Pati mempinyai Griya Lansia yang bertujuan memberikan bantuan mengatasi berbagai persoalan lanjut usia khususnya miskin duafa di Kabupaten Pati.

“Tujuannya membantu para lansia yang duafa, miskin, terlantar dan tidak ada yang ngurusi. Ada persepsi, kalau lansia itukan yang memelihara anaknya. Ya memang betul seperti itu, tapi yang kita bantu bukan yang seperti itu. Yang miskin duafa tidak ada yang mengurus,” ujar Lintalmuna, selaku Ketua Pimpinan Daerah  Aisyiyah Kabupaten Pati kepada Mitrapost.com, Kamis (16/7/2020).

Lintal mengungkapkan, Griya Lansia ini dibangun sejak tahun 2018 namun baru diresmikan dan menerima penghuni baru pada bulan Januari 2020. Setelah 7 bulan beroperasi, kini Griya Lansia telah mempunyai 7 orang penghuni.

Baca juga : Tersindir Karena Quote di Medsos, Sri Antini Mendedikasikan diri Sebagai Filantropis

Selain memberikan hunian bagi lansia, Griya Lansia juga memberikan pengetahuan serta bimbingan keterampilan kepada penghuni agar kebutuhan biologis, psikologis, dan spiritualnya terpenuhi.

“Kegiatannya macam-macam disini. Mulai  ngaji, menanam, bersih-bersih, dan senam lansia. Tapi karena masih kondisi masih pandemi sehingga belum banyak kegiatan,” urai Lintalmuna.

Kendati demikian bukan penghuni bukan dari golongan miskin duafa saja, diakui salah seorang penghuni dari Kabupaten Rembang Keni Mulyanti, Ia menghuni Griya Lansia atas keinginan pribadi untuk menikmati usia senja bersama teman-teman yang seusia.

“Asal mulanya masuk kesini, saat itu suami saya meninggal jadi ikut kemanapun itu tidak cocok. Akhirnya disarankan teman saya untuk ke sini. Saya di sini tidak sekedar lapar, tapi untuk memberi jaminan saya pribadi. Sejak Mei tanggal 11. Keluarga di rumah karena saat itu saya mengambil keputusan sendiri, ya agak terperanjak. Saya coba 1 bulan, eh kok cocok,” terang Leni.

Bagi calon penghuni yang ingin menghuni griya lansia, harus memenuhi beberapa syarat. Berusia 60-80 tahun, atas dasar keinginan sendiri, harus dalam keadaaan bisa berjalan, tidak mempunyai penyakit menular, gangguan jiwa dan pikun berat. Mandiri, dan ada pihak keluarga yang bertanggungjawab.

Bagi lansia yang  digratiskan, namun bagi yang mampu diperbolehkan berinfaq semampunya. Prioritas untuk lansia dhuafa dan terlantar gratis tidak dipungut biaya dengan dibuktikan surat keterangan dari desa. (*)

Baca juga : 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, instagram, dan twitter

Redaktur : Dwifa Okta

Komentar

Berita Terkait