oleh

Cegah Oknum Main Harga, Dewan Pati Sebut Standarisasi Tarif PCR di RS Swasta Perlu Dilakukan

Pati, Mitrapost.com Dewan Pati menanggapi rencana pemerintah pusat yang akan menentukan standar tarif tes risiko infeksi virus corona melalui metode polymerase chain reaction (PCR) atau tes usap (swab) di rumah sakit swasta yang sempat dibahas dalam Rapat Kerja Penanganan Covid-19 bersama Komisi VIII DPR RI, Jakarta pada Rabu (9/9/2020).

Anggota DPRD Pati, Fraksi PDI Perjuangan, Noto Subiyanto mengatakan standarisasi tarif perlu dilakukan mengingat biaya di rumah sakit swasta cenderung lebih mahal.

“Pemerintah harus memberikan tarif sesuai aturan sehingga tidak dijadikan ladang bisnis oleh oknum tertentu,” ujarnya pada Jumat (11/9/2020).

Sebelumnya disampaikan bahwa pemerintah sedang menyiapkan standardisasi tarif tes risiko infeksi virus corona melalui metode polymerase chain reaction (PCR) atau tes usap (swab) di rumah sakit swasta.

Baca Juga :   Dewan Pati Minta Satpol PP Lebih Tegas dalam Menegakkan Perda

“Dan sekarang kita sedang menyiapkan standar berapa standar biaya untuk rumah sakit swasta. Nah kita sedang bekerja siapkan itu,” kata Plt Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Dody Ruswandi, merespons anggota Komisi VIII yang menyatakan banyak masyarakat keberatan dengan tes swab yang sangat mahal.

Baca juga: Tarif Tes PCR di RS Swasta Sedang Disiapkan Pemerintah

Sementara itu, Dody menyatakan tarif tes PCR virus corona tak dikenakan tarif alias gratis di 300 laboratorium khusus Covid-19 milik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

“Nah apabila kita melaksanakan pemeriksaan covid di lab milik pemerintah ini atau di laboratorium kesehatan daerah ini, mestinya ini gratis. Jadi enggak ada alasan membayar,” kata dia.

Baca Juga :   Sistem Rujukan RSUD Dinilai Lamban, Dewan Pati Minta Pemkab Perbaiki

BNPB telah menyiapkan dua skema untuk membantu laboratorium guna melakukan tes covid-19. Pertama, yakni pemerintah telah menyiapkan bantuan pelbagai peralatan hingga mesin ekstrasi otomatis guna menunjang percepatan tes corona tersebut.

“Biasanya kalau laboratorium lama mereka enggak punya mesin ekstraksi otomatis. Sekarang adanya covid kita bantu. Nah kapasitasnya makin naik,” kata dia.

Lalu skema kedua BNPB membantu melalui penyedia jasa testing. Ia mengatakan kini sudah ada 5 perusahaan yang bekerja sama dengan BNPB untuk membantu memperbesar kapasitas laboratorium. (ADV/UP/SHT)

Baca juga: 

Baca Juga :   Izin Pentas Panggung Seni, Dewan Pati: Tak Masalah dengan Disiplin Prokes

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur : Ulfa PS

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com . Mari bergabung di Grup Telegram "Mitrapostcom_Official", caranya klik link https://t.me/Mitrapostcom_Official, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Video Viral

Berita Terkait