oleh

Standardisasi Tarif Swab Mandiri, Dewan Pati: Perlu Pengawasan

Pati, Mitrapost.com Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah menetapkan batasan tarif tertinggi untuk pengujian PCR atau tes swab mandiri seharga Rp900 ribu. Dalam pelaksanaannya Dewan Pati berharap ada pengawasan hingga ke tingkat daerah.

Anggota Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Maesaroh mengapresiasi langkah pemerintah yang membentuk kebijakan tersebut.

Kendati belum ada regulasi rinci di tingkat daerah, Maesaroh berharap turunnya harga swab test ini, memotivasi warga Pati untuk lakukan swab test mandiri.

“Kami sebagai wakil rakyat di Komisi D sangat mengapresiasi pemerintah yang saat ini membuat standardisasi tentang swab ini. Yang dulunya mahal, bahkan harganya berbeda-beda kalau sekarang sudah di standarisasi. Semoga saja ini akan mendorong msyarakat mau swab test karena harganya terjangkau,” kata Sekretaris Fraksi PKB DPRD Pati itu kepada Mitrapost.com, Selasa (6/10/2020).

Baca juga: BPKP Usulkan Tarif Swab Test Rp 797 untuk Jalur Mandiri

Sementara bagi masyarakat kurang mampu, pihaknya berharap ada kebijakan tersediri dari Pemkab untuk tarif swab mandiri. Ia juga berharap program rapid test dan swab test masal yang saat ini sudah berjalan tetap diadakan.

Maesaroh juga mengimbau kepada Gugus Covid-19 Kabupaten Pati untuk melakukan pengawasan harga minimal swab test untuk meminimalisir kecurangan dari berbagai oknum.

“Tentu saja setelah ada standardisasi, supaya ada pengawasan dan tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Karena itu sudah tertinggi 900 ribu, mestinya sudah dihitung dan veriffikasi,” imbaunya.

Hal itu hendaknya dilakukan sebelum terjadi perbedaan yang mencolok harga swab test untuk memberikan kepastian kepada masyarakat terkait aturan harga swab test. (Adv/MA/UP/SHT)

Baca juga: 

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur : Ulfa PS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed