oleh

Peperangan Lawan Belanda Berakhir, Milineal Masih Bisa Jadi Pahlawan Kok

Pati, Mitrapost.com Meski peperangan melawan Belanda dan Jepang sudah berakhir, namun anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Narso, menilai milenial masih bisa menjadi pahlawan terlebih dalam kondisi krisis saat ini.

Menurut Narso, kata pahlawan di situasi saat ini tidak hanya pejuang kemerdekaan saat perang melawan penjajah. Peperangan melawan kemiskinan melawan korupsi, kolusi dan nepotisme juga laga yang dapat membauat generasi milenial menjadi pahlawan.

Namun, sebelum menjadi pahlawan ini, para generasi milenial harus menghargai jasa pahlawan yang telah gugur di medan perang memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia.

“Jadi untuk kondisi seperti ini kita perlu mengingat kembali apa yang disampaikan Bung Karno bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai masa-masa pahlawannya,” ujar Narso kepada Mitrapost.com, Selasa (10/11/2020).

Baca juga: Belasan Warga Semarang Dihukum Menyapu Taman Makam Pahlawan dan Jalani Tes Rapid

“Kita perlu untuk menanamkan di generasi kita, terutama di generasi milenial. Kita perlu tanamkan, tentunya dengan konteks kekinian, bahwa setiap peperangan pasti akan hadir pahlawan,” lanjut Narso.

“Peperangan melawan kemiskinan, peperangan melawan kolusi, korupsi, nepotisme (KKN) itulah peperangan saat ini. Dan pahlawan yang hadir saat ini adalah mereka yang mampu melawan kemiskinan, mampu melawan KKN,” paparnya.

Maka dari itu, ia mengajak para generasi tua untuk mengajarkan kapada generasi milenial untuk mau hadir dalam peperangan melawan musuh bangsa ini.

“Ini yang harus kita ajarkan kepada generasi-generasi milenial kita. Bahwa mereka harus selalu siap hadir menjadi pahlawan, harus siap hadir di setiap krisis yang mendera bangsa ini,” tandasnya. (Adv/UH/UP/SHT)

Baca juga: 

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur : Ulfa PS

Komentar

Berita Terkait