oleh

Data Cepat Lahan Puso, Dispertan Pati Ajak Petugas POPT

Pati, Mitrapost.com Dinas Pertanian (Dinas Pertanian) Kabupaten Pati bersama POPT (Pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan) Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah melakukan pendataan di lahan pertanian yang terendam banjir agar dapat mengklaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP).

Kepala Bidang PSP Dispertanian Kabupaten Pati, Sugiharto, mengatakan sebanyak 7.525 hektare lahan pertanian di Pati terendam banjir dan 5.191 hektare lahan mengalami puso.

“Data ini masih dinamis, bisa saja jumlahnya meningkat ketika POPT menemukan ada peningkatan lahan yang puso di lapangan,” ungkap Sugiharto saat ditemui pada Sabtu (27/2/2021).

Sedangkan menurut pengakuan petani, mereka tidak bisa mengklaimkan asuransi pertanian karena sawah yang terendam banjir. Oleh sebab itu pendataan lahan yang mengalami puso oleh petugas POPT diperlukan untuk membantu para petani agar tidak mengalami kerugian penuh.

“Petugas POPT diambil dari petugas Dinas Pertanian (Dispertan) Provinsi Jawa Tengah. Mereka diperlukan untuk memberikan rujukan kami, agar tahu jika lahan tersebut sudah mengalami puso atau belum,” ujarnya.

Baca juga: 2.731 Hektare Lahan Padi di Pati Diajukan Klaim Asuransi Pertanian

Menurut penjelasannya, lahan yang mengalami puso (busuk) akibat banjir dapat menyebabkan tanaman rusak dan mati. Sehingga pengklaiman dari petugas POPT membantu Dispertan untuk mendata secara cepat lahan-lahan yang mengalami puso.

“Pengklaiman status lahan puso sangat penting untuk segera didata, karena berkaitan dengan pemberian AUTP,” jelasnya.

Sugiharto mengatakan peranan POPT sangat berguna demi mencatat kondisi lahan secara lebih cepat, dibandingkan Badan Pusat Statistik (BPS).

“Sebelumnya, kami bergerak untuk mendata lahan puso berdasarkan temuan BPS. Namun viar lebih cepat, maka kami bekerja sama dengan POPT. Hingga kini koordinasi bersama Bidang PSP Dispertan berjalan dengan baik”, ungkap Sugiharto.

Baca juga: Sawah Banjir 3 Minggu, Puluhan Petani di Tondomulyo Gagal Tanam Lagi

Perlu diketahui, Dispertan Kabupaten Pati menjalin kerja sama dengan Jasindo selaku penyedia jasa AUTP. AUTP diperuntukkan kepada petani yang mengalami lahan puso. Hal tersebut untuk memberikan keringanan kepada petani yang mengalami kerugian.

Selain membantu para petani untuk mendapatkan AUTP, Dispertan juga memberikan bantuan benih kepada petani yang mengalami kerugian akibat lahan puso.

“Program bantuan benih merupakan langkah yang diambil dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI. Kini kami tengah mengusulkan ke Dispertan Provinsi Jawa Tengah agar ditindaklanjuti ke Pemerintah Pusat,” pungkasnya. (*)

Baca juga: 7 Ribu Hektare Sawah Kebanjiran, Dispertan Pati: Kerugian Rp28 Miliar

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Ulfa

 

Berita Terkait