oleh

Marak Kasus Terorisme, Paham Radikal Disebar di Dunia Maya

Pati, Mitrapost.com – Penyebaran paham radikalisme melalui perubahan pada beberapa tahun terakhir. Dulu, paham ini disebarkan melalui kontak langsung, orang per orang. Namun saat ini, mengalami perubahan pola. Paham ini mulai disebarkan melalui dunia maya.

Hal ini disampaikan oleh Komandan Kodim (Dandim) 0718/Pati Letkol CZi Adi Ilham Zamani dalam Dialog Lintas Agama yang bertema Penguatan Moderasi Beragama dan Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa di The Safin Hotel, Selasa (6/4/2021).

Dandim Adi mengatakan, pada masa sekarang masyarakat hidup di dua dunia, di dunia nyata dan dunia maya. Terlebih di masa pendemi Coronavirus Disease atau Covid-19 ini membuat masyarakat lebih aktif di dunia maya.

Baca juga: Kutuk Terorisme, Dewan: Islam Agama Rahmat bagi Seluruh Alam

“Berdasarkan data sebanyak 70 persen dari populasi Indonesia aktif di medsos,” ujar Dandim Adi.

Hal inilah yang membuat orang-orang yang berpaham radikal mulai menyebarkan ideologinya melalui media sosial. Dandim Adi menyontohkan dua tindakan terorisme yang terjadi pada beberapa waktu, yakni bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar dan penyerangan di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri).

Menurut Dandim Adi para pelaku terpapar paham radikalisme melalui dunia maya. Mereka mau melakukan aksi dan merelakan nyawanya lantaran adanya doktrin yang disebarkan melalui media sosial.

“Menganalisa dua kejadian terorisme, orang bisa terpapar radikalisme melalaui dunia maya. Membuat bom itu bisa menggunakan dunia maya bahkan di baiat juga bisa di dunia maya,” ungkap Dandim Adi.

Baca juga: Keterlibatan Pesantren dan Kyai Diperlukan Guna Tangkal Radikalisme

Ia pun menyarankan kepada Kantor Kementerian Agama (Kemenag) untuk membentuk tim cyber untuk membentengi generasi muda dari paham-paham radikal di dunia maya.

“Yang ingin saya sarankan dialog ini juga digiatkan di dunia maya. Agar pendapat yang muncul di dunia maya bisa di counter dan ditanggapi agar mereka dapat berfikir,” kata Dandim Adi.

Tentang Penulis: Umar Hanafi

Gambar Gravatar
Wartawan

Komentar

Berita Terkait