Boyolali, Mitrapost.com – Kepala Desa Sidomulyo menyiapkan tempat angker yang dikhususkan bagi warga yang nekat mudik. Hal tersebut bertujuan untuk menimbulkan efek jera karena telah melanggar aturan larangan mudik.
Adapun tempat isolasi tersebut berada di lokasi punden kawasan sendang desa Dukuh Piji. Meski ruangan untuk karantina layak pakai, namun lokasi tersebut merupakan salah satu tempat yang diyakini angker oleh masyarakat setempat.
Kepala Desa Sidomulyo, Moh Sawali, menjelaskan karantina di rumah kosong diterapkan agar warga perantauan tak pulang kampung. Upaya yang dilakukan di desanya ini dilatar belakangi kejadian pada tahun lalu, di mana warga Kecamatan Ampel yang pertama kali terpapar Covid-19 adalah warga Desa Sidomulyo.
“Di situlah muncul pelajaran yang sangat berharga untuk kita, sehingga kita lebih giat untuk mengantisipasi biar sesuatu yang berakibat fatal itu tidak kembali terulang,” ungkapnya di lokasi karantina, Rabu (28/4/2021).
Baca juga: Bupati Ungkap Tindakan Pemkab untuk Masyarakat yang Terlanjur Mudik ke Pati
Sawali mengatakan, sejak awal Ramadan, pihaknya sudah mengimbau warganya yang merantau agar tidak mudik. Jika ada warga yang tetap mudik dan tidak bisa menunjukkan surat keterangan sehat dari dokter atau surat bebas Covid-19, maka terpaksa harus menjalani karantina selama tujuh hari di lokasi yang sudah disiapkan.
Hingga saat ini, sudah ada dua orang perantau yang dikarantina. Sawali menambahkan, untuk kebutuhan logistik bagi orang yang menjalani karantina sudah disediakan Satgas Jogo Tonggo desa.
Sawali berharap adanya upaya karantina dapat memberikan pemahaman kepada para perantau agar mengurungkan niatnya untuk pulang kampung hanya sebatas untuk bersilaturahmi.
“Toh silaturahmi sekarang kan bisa, melalui video call dan lain sebagainya,” tegas Sawali.
Baca juga: Masih Bandel Mudik, Siap-Siap Isolasi 5×24 Jam
Salah satu perantau dari Tangerang, Fajar Adi Nugroho, yang kini sedang menjalani karantina di tempat tersebut mengaku menyesal karena nekat pulang kampung ke desanya.
Sebelumnya Fajar sudah mengetahui tentang larangan pemerintah untuk mudik, namun nekat melakukannya dengan melewati jalan tikus dan berangkat pada malam hari sehingga bisa lolos dari pantauan yang berwajib.
Ditanya mengenai surat keterangan sehat, pihaknya mengaku belum memilikinya dan hanya asal pulang. Kini dia harus menjalani karantina di lokasi angker yang membuatnya merasa takut.
“Tetap di sana saja, jangan pulang dulu, daripada dikarantina kayak saya,” pesan Fajar kepada perantau lain. (*)
Baca juga: Ganjar Kembali Tegaskan Agar Warga Jateng Tak Mudik Dulu
Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram
Redaktur: Ulfa PS
Redaksi Mitrapost.com