Rembang, Mitrapost.com – Persaingan pengepul rajungan di Rembang mengakibatkan komunitas laut satu kian merangkak naik. Hal ini diakui oleh Kumaidi, salah satu nelayan rajungan di Desa Sukoharjo Kecamatan Rembang.
Bagi Kumaidi menjelaskan naiknya harga rajungan memberikan berkah tersendiri. Permintaan rajungan tidak pernah turun meski harganya semakin melambung di masa pandemi.
Kenaikan harga rajungan menurutnya disebabkan karena bertambah banyaknya pengepul rajungan di wilayah Kabupaten Rembang. Para pengepul bersaing harga untuk mendapatkan rajungan sebanyak-banyaknya dari para nelayan.
“Saingan bakul semakin banyak, pabrik dulu cuma 3 sekarang banyak sekali. Mereka bersaing harga untuk mendapatkan rajungan. Masalahnya ya itu bakul semakin banyak,” ungkapnya, Selasa (8/6/2021).
Berbeda dengan empat tahun silam yang cukup menyulitkan. Ia mengaku pada tahun 2017 lalu dirinya pernah merasakan susahnya menjual rajungan ke pengepul hingga terpaksa menjualnya sendiri ke pasar.
Namun kini setiap pulang dari melaut, hasil tangkapannya sudah ditunggu para pengepul. Bahkan mereka berebut dan bersaing harga untuk mendapatkan rajungan.
Setidaknya naiknya harga rajungan pada tahun ini berlangsung secara bertahap. Dari yang semula Rp40 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp130 ribu per kilogram.
Muhammad Iqrok, nelayan dari desa yang sama dengan Kumaidi, menyampaikan semenjak adanya pandemi Covid-19 harga rajungan mulai merangkak naik. Pada bulan Juni 2021 harga rajungan mencapai Rp130 ribu per kilogram.
Tim Redaksi Khusus Video dan Konten


