oleh

Balitbangtan Panen Bersama Pengembangan Varietas Unggul Baru Sawah Tadah Hujan

Pati, Mitrapost.com – Balai Penelitian Lingkungan Pertanian gelar acara Panen Bersama Pengembangan Varietas Unggul Baru (VUB) Sawah Tadah Hujan di dusun Playon, Desa Sukopuluhan, Kecamatan Pucakwangi Kabupaten Pati.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan), Fadjry Djufry, Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP), Husnai, Perwakilan dari DPR RI dan beberapa Pejabat Kementerian Pertanian.

Pbb - Mitrapost.com

Banner Bphtb - Mitrapost.com

Kegiatan panen bersama dihadiri oleh 40 tamu undangan, termasuk diataranya Bupati Pati, Kapolres Pati, dan  Dandim, Pejabat Dinas Pertanian Kabupaten Pati.

Baca juga: Pati Zona Merah, Masjid Agung Baitunnur Ditutup Dua Minggu

Kegiatan Penen bersama dilakukan untuk mendemonstrasikan teknologi Panca Kelola Tanah Lingkungan (Panca Kelola Ramli) atau upaya adaptasi perubahan iklim di lahan tadah hujan. Di Pati program Panca Kelola Ramli diujicobakan  pada lahan sawah seluas 5 hektare di Desa Sukopuluhan Pucakwangi dan melibatkan 8 petani setempat.

Baca Juga :   Buka 600 Hektare Lahan, Dispertan Pati Tingkatkan Budidaya Porang

Husnain, Kepala Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian (BBSDLP) dalam sambutannya mengatakan perlu adanya teknologi dan perlakuan khusus pada sawah tadah hujan. Salah satu diantaranya dengan mengimplementasikan teknologi panc kelola ramah lingkungan.

lebih lanjut, Husnain memaparkan Teknologi pancakelola ramli pada lokasi lahan sawah tadah hujan terdiri dari 5 komponen. Diantaranya Penggunaan Varietas Unggul Baru (VUB) sawah tadah hujan diantaranya inpari 38, inpari 39, inpari 41, dan Cisaat yang ditanam dengan sistem jajar legowo (Jarwo).

Baca juga: Jajaran Bupati Rembang Kembali Gelar Apel Penanganan Covid-19

Selanjutnya, memanfaatkan air permukaan dan sumur air dalam embung, pemupukan berimbang pemberian bahan organik, dan pengendalian hama terpadu dengan menggunakan perstisida nabati.

Baca Juga :   Hotel Kencana Jadi Tempat Karantina hingga Pandemi Berakhir

“Sawah tadah harus hujan diperlukan berbeda. Teknologi yang berbeda, kami memberikan contoh dengan kegiatan demfarm, pemupukan, pengairan dan mengenalkan varietas unggul ada inpari 38,39 41 cisaat dan 32. Kita kompilasi disini,” kata Husnain, Kamis (17/6/21).

Sementara Bupati Haryanto dalam sambutannya mengapresiasi kegiatan panen bersama pengembangan VUB dan Expo Balingtan. Ia mengaku sektor pertanian adalah yang paling diunggulkan di Pati. Haryanto mengaku menanam saat musim kemarau di sawah tadah hujan memang rentan kendala.

“Memang kita butuh inovasi varietas tanam pada pertanian lahan tadah hujan. Hampir sebagian besar lahan di Pati tadah hujan. Di Pati Selatan seperti di Jakenan, Batangan, Juwana mayoritas lahan kering. Tapi Pati masih bisa menyumbang surplus 250 ribu ton. Dengan temuan varietas yang baru kami harapkan makin menguntungkan petani,” kata Haryanto.

Baca Juga :   Tunggakan Saat Pandemi Meningkat, BPJS Kesehatan Cabang Pati Minus Rp 239,7 Miliar

Acara terpantau berjalan lancar dengan menerapkan protokol covid-19. Usai lakukan panen, rombongan Pejabat Kementerian Pertanian langsung bertolak kantor Balingtan di Kecamatan untuk expo teknologi pertanian.(Adv)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Diskominfo Pati Gelar Pertunjukan Ketoprak Virtual Dalam Upaya Tekan Peredaran Rokok Ilegal

Komentar

Berita Terkait