Kepala Dinindagkop UKM Rembang melalui PLT Dinas Pasar Setyo Budi Hutomo membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, saat ini omzet di 15 pasar tradisional tersebut turun hingga 40 persen. Mengingat sejak PPKM Darurat diberlakukan, jam operasional pasar benar-benar dibatasi.
Rembang, Mitrapost – Kebijakan PPKM Darurat yang ditetapkan sejak 3 Juli 2021 lalu berimbas pada turunnya omzet di 15 pasar tradisional di Kabupaten Rembang. 15 pasar tradisional tersebut adalah yang bernaung di bawah Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Dinindagkop UKM) Kabupaten Rembang
Antara lain, pasar Rembang, Sumber, Sulang, Tegaldowo, Lasem, Babagan, Jolotundo, Pamotan, Sedan, Gandrirejo, Wonokerto, Magersari, Sarang, Kragan, dan pasar Pandangan.
Kepala Dinindagkop UKM Rembang melalui PLT Dinas Pasar Setyo Budi Hutomo membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, saat ini omzet di 15 pasar tradisional tersebut turun hingga 40 persen. Mengingat sejak PPKM Darurat diberlakukan, jam operasional pasar benar-benar dibatasi.
Berdasarkan Surat Edaran (SE) Bupati Rembang, pasar tidak boleh buka hingga di atas pukul 14.00 WIB dan harus tutup tiap hari Jumat. Hal ini diakui Budi otomatis berpengaruh pada kurangnya jumlah pembeli.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"