oleh

BPBD Demak Tanggapi Banjir Rob Melanda 4 Kecamatan

Demak, Mitrapost.com – Banjir rob di Kabupaten Demak sudah semakin luas. Sekarang sudah ada 4 Kecamatan yang terkena banjir rob yaitu, Kecamatan Sayung, Karangtengah, Bonang, dan Wedung.

Hal ini dijelaskan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak Agus Nugroho. Ia menjelaskan banjir rob tidak termasuk bencana.

“Sebenarnya rob itu memang dampaknya melebihi bencana. Akan tetapi berdasarkan undang-undang nomer 24 tahun 2007 tentang penanggulangan bencana belum termasuk kategori bencana, tapi Fenomena alam,” ungkapnya kepada Mitrapost.com saat ditemui di kantor.

Namun bagi BPBD, banjir rob tidak harus diperdebatkan. Menurutnya, bagaimana pemerintah (Daerah, Provinsi, dan Pusat) bersama-sama menanggulangi banjir rob di beberapa lokasi khususnya di Demak.

Baca Juga :   Gelar Guest Discussion, BPBD Libatkan Seluruh Stakeholder Hingga Jurnalis

“Karena anggaran di bencana maupun nonbencana semuanya bersumber dari Pemerintah. Sehingga tidak perlu diperdebatkan,” terangnya.

Dalam hal ini BPBD Demak serta beberapa dinas instansi juga sudah mulai sejak dulu mengatasi banjir rob. “Memang kemampuan kami khususnya Kabupaten Demak tidak memadai kalau harus berdiri sendiri, tanpa campur tangan Pemerintah Provinsi maupun Pusat,” ucapnya.

Ia melanjutkan, sebenarnya Pemerintah Provinsi dan Pusat juga sudah ikut menangani namun belum maksimal.

“Kalau penanganan banjir rob harus terpadu, antara Pemerintah Daerah, Provinsi dan Pusat bersama-sama dengan masyarakat,” katanya.

Kemudian ia menambahkan banjir rob tidak berdiri sendiri, banyak faktor yang memengaruhi, termasuk sampah yang tidak tertangani dengan baik. Kemudian ada sedimentasi sungai karena di Demak bagian hilir.

Baca Juga :   HPN 2022, Sinergi Lebih Baik Menuju Demak Lebih Sejahtera

“Banyak faktor yang memengaruhi banjir rob. Salah satunya sampah yang tidak tertangani dengan baik dan ada sedimentasi sungai. Karena memang tempat kita ini hilir. Hilir kan banyak lumpur yang sampai sana, apalagi ditambah dengan masyarakat yang menempati sempadan sungai yang menghalangi kelancaran arus yang ada di sungai,” pungkasnya. (*)

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Googlenews. silahkan Klik Tautan https://bit.ly/googlenewsmitrapost dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Video Viral