oleh

Pemkot Yogyakarta Gelar Prosesi Jamasan Pusaka Kyai Wijoyo Mukti

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Yogyakarta, Mitrapost.com – Pemerintah kota Yogyakarta Kembali menggelar prosesi Jamasan Pusaka Kyai Wijoyo Mukti di Balaikota Yogyakarta, Jumat (3/9).

Kegiatan ini dipimpin oleh Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi dan seluruh karyawan Pemerintahan Kota Yogyakarta, Pamerti Wiji dan Abdi Keprajan di Kota Yogyakarta.

“Jamasan ini seperti halnya membersihkan barang yang kita miliki. Bahan-bahan yang memang dipakai ini untuk menjaga keawetan dari pusaka. Jika tidak selalu kita bersihkan  maka pusaka tadi atau tombak akan cepat rusak, korosif dan cepat karatan. Kita harus senantiasa merawat ini agar awet,” ungkap Heroe Poerwadi.

Heroe mengungkapkan bahwa Pusaka Tombak Kyai Wijoyo Mukti merupakan lambang sekaligus harapan Gubernur DIY kepada Pemkot Yogyakarta agar bisa membawa masyarakat lebih sejahtera.

Baca Juga :   2 Pemuda Kampanyekan Menanam Pohon dengan Bersepeda

“Ibaratnya ini adalah kepercayaan raja atau ngarso dalem kepada kami yang mengemban tugas demi kemajuan Kota Yogyakarta agar membawa kesejahteraan bagi warga Kota Yogyakarta. Pusaka tersebut sudah berumur lebih dari 100 tahun dan terlihat masih utuh, ini menunjukkan bahwa Pemkot Yogyakarta merawatnya dengan baik,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan (Dinbud) Kota Yogyakarta, Yetti Martanti mengatakan, jamasan ini sebagai bentuk penghormatan dan merawat pusaka yang sudah diamanahkan kepada Pemkot Yogya. Setiap tahunnya dibersihkan untuk menjaga keawetannya.

“Jamasan pusaka memag kita yang diamanahkan untuk kemudian dirawat dan dilestarikan sebagai bagian dari budaya dan untuk saat ini memang jamasan tetap dilaksanakan, tentu dengan protokol kesehatan yang tertib dan sangat ketat, sehingga kita tidak mengundang banyak orang,” ungkapnya.

Baca Juga :   PPKM Diperpanjang, Ini Syarat Naik Kereta Api

Yetti menambahkan bahwa pelaksanaan jamasan ini digelar secara terbatas, dimana pada biasanya banyak pusakawan yang datang, namun kali ini hanya dihadiri beberapa saja.

“Saat ini hanya satu pusaka karena memang dalam kondisi pandemi kita harus terbatas sehingga ini yang harus kita lakukan. Tetap kita lakukan kegiatan yang terkait dengan apa yang disampaikan Wakil Walikota Yogya sebagai bagian dari pelestarian budaya dilakukan dengan tertib dan memenuhi prokes dengan baik,” jelasnya. (*)

Komentar