Pati, Mitrapost.com – Menjalani bisnis telur asap mulai dirintis Amhal Kaifahmi sejak tahun 2017 silam. Usahanya kini telah berkembang hingga menembus pasar restoran, pariwisata dan pusat oleh-oleh Semarang.
Fahmi memberi nama brand usahanya dengan nama Rajawali “Rajanya Telur Asap”. Usahanyanya berpusat di Desa Kalikalong Rt. 1 Rw.II Kecamatan Tayu Kabupaten Pati.
Ia menceritakan, dulunya ia adalah seorang guru di salah satu sekolah SMK bergengsi di Kota Purwodadi, namun karena beberapa hal, di tahun 2017 ia memutuskan untuk pulang kampung berwirausaha sembari mencari sekolahan baru untuk diajar.
Di awal usahanya ia hanya memproduksi telur asin biasa, belum telur asap. Karena telur asin memiliki masa kadaluarsa yang singkat, yakni satu minggu menuntutnya berinovasi menciptakan jenis telur asin yang lebih tahan lama.
“Dari tutuntutan kembali ke rumah mengajar dan itu seakan nekat tanpa persiapan. Inspirasinya dari guru yang mengajar di Purwodadi, saya buat telur asin biasa dititipkan ke toko dan warung,” ungkap Fahmi kepada Miutrapost.com saat ditemui di rumahnya, Senin (13/9/21).
“Terus mulai berfikir gimana caranya tidak retur. Bagaiana menciptakan telur yang expirednya lama. Kebetulan teman mertua saya petani brambang dari Brebes membawa makanan itu (telur asap) saya langsung terinspirasi,” imbuhnya,
Ia mengaku, menjalankan usaha telur asap tidaklah mudah, pasalnya proses produksi telur asap membutuhkan perlakuan yang lebih ekstra dibandingkan telur asin biasa.
Setelah diasinkan, telur asap dimasak dua kali, pertama di rebus di kuali dan kedua diasap atau dipanggang diatas oven khusus.
Tim Redaksi Khusus Video dan Konten



