oleh

Soditan Ditunjuk Sebagai Desa Sadar Kerukunan

Rembang, Mitrapost.com – Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia menunjuk Desa Soditan sebagai desa sadar kerukunan. Penunjukkan tersebut secara seremonial dilaksanakan di Balai Desa Soditan, Kecamatan Lasem, Rabu (15/9/2021).

Pada kesempatan itu, Kepala kantor wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, Musta’in menyebut dipilihnya Desa Soditan didasarkan akan kekayaan budaya yang terdiri atas beberapa etnis dan agama. Di tengah keberagaman yang ada, masyarakat di Desa Soditan dapat hidup dengan rukun.

Bpkad Pati

Sebagai bukti, terdapat Masjid, Gereja, Klenteng bahkan terdapat pesantren yang berbaur tanpa membeda-bedakan satu sama lain.

Menurutnya, kebersamaan yang ada di desa tersebut layak diteladani untuk dijadikan inspirasi. Terutama untuk saling menghormati, menghargai, dan hidup gotong royong.

“Sebuah kebahagiaan dan kebanggaan kami berada di tengah-tengah masyarakat desa Soditan. Dimana ditempat ini kaya akan nilai-nilai adiluhung budaya yang tinggi. Dari berbagai etnis, agama dan budaya yang bisa hidup guyub dan rukun,” terangnya.

Sebelumnya Wakil Bupati Rembang Mochammad Hanies Cholil Barro’ bersama sejumlah Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten berkeliling ke sejumlah titik. Diantaranya Pondok Pesantren Kauman, Klenteng Cu An Kiong lalu mengendarai kereta wisata menyusuri jalan Soditan melewati ponpes- ponpes, masjid dan gereja yang ada disana.

Hanies menganggap hal itu mempunyai tujuan strategis untuk membina kerukunan antar umat beragama.

Dirinya berharap agar pencanangan desa sadar kerukunan tidak hanya sekedar acara seremonial saja. Namun bisa menular ke desa-desa lainnya guna meningkatkan ketentraman dalam kehidupan kemasyarakatan. 

Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melalui sambungan virtual menyampaikan rasa bangga. Apalagi terdapat kota di wilayahnya yang menjadi desa sadar kerukunan. Pencanangan tersebut dirasa sangat tepat mengingat kebuduyaan, etnis dan agama sangat beragam dan dapat tinggal dengan rukun.

“Saya kemudian menjadi sangat respect ketika kemudian di Rembang hari ini dibuat satu desa kerukunan. Ini top, kalau bicara Rembang tokoh agamanya dan kyainya besar-besar disana dan kemudian semua berkumpul. Apalagi kalau saya datang ke Lasem, peninggalannya hebat. Kalau kita bicara agama mayoritas islam saya kira budaya cina-nya juga ada disana,” ujarnya.

Dirinya yakin adanya kerukunan dapat meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat. Karena tantangan kehidupan kemasyarakatan ke depan pasti akan semakin kompleks. (*)

Komentar

Berita Terkait