oleh

1.796 Warga Pati Menjanda pada Tahun 2021, PA Pati: 60 Persen Karena Ekonomi

Pati, Mitrapost.com Pengadilan Agama Kelas I A Pati mencatat sebanyak 1.796 pasangan suami istri melakukan perceraian pada tahun 2021 ini. Data tersebut terjadi dari Januari 2021 hingga 23 September 2021 ini.

Mereka pun telah ditetapkan menjadi janda maupun duda lantaran perceraian gugat (yang diajukan istri) maupun perceraian talak (yang diajukan suami). Kebanyakan kasus perceraian ini diajukan pihak istri. Hal ini disebabkan suami tidak mampu memenuhi kebutuhan ekonominya.

Bpkad Pati

Hakim Juru Bicara PA Pati, Sutiyo, mengungkapkan sekitar 60 persen kasus perceraian terjadi karena faktor ekonomi. Terlebih di masa pandemi Covid-19 ini ekonomi masyarakat sangat terdampak. Selain faktor ekonomi, sosial masyarakat juga berpengaruh dalam kandasnya hubungan rumah tangga suami istri.

Baca Juga :   Awal Tahun, Angka Kecelakaan di Pati Peringkat 2 se-Jawa Tengah

“Perceraian meningkat dibandingkan tahun yang sama. Faktor sosial masyarakat. Faktor ekonomi karena suaminya ndak kerja. Presentase 60 persen ekonomi,” ungkap Sutiyo kepada Mitrapost.com.

Semantara faktor yang lainnya yakni kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), perselingkuhan, pertengkaran yang berlarut-larut, perjudian dan faktor lainnya.

“KDRT sedikit, 10 persen KDRT, selebihnya selingkuh, cemburu, pertengkaran,minuman keras, judi, main perempuan dan lainnya,” ujar Sutiyo.

Ia pun menilai hal ini menjadi tantangan pemerintah untuk membuat lapangan pekerjaan. Sehingga ekonomi masyarakat lebih baik dan pertikaian keluarga semakin berkurang.

Para pasangan ini merupakan pemuda-pemudi yang masih tergolong usia produktif. “Ini menjadi tantangan pemerintah untuk buat lapangan pekerjaan,” katanya.

“70 persen cerai gugat. Kebanyakan yang ingin pisah cewek. Usia produktif antara 20 sampai 40 tahun itu yang mendominasi. Dibawah jarang. 40 tahun keatas juga jarang,” lanjut dia.

Baca Juga :   Listrik Dipadamkan, Beberapa Karaoke di Pati Masih Buka

Sebelum menggelar persidangan, sebenarnya pihaknya telah mencoba melakukan mediasi agar bahtera rumah tangga terselamatkan dari perceraian. Namun, hal itu tidak membuat kebanyakan dari mereka mengurungkan niatnya untuk berpisah. Proses mediasi hanya menyelamatkan 5 persen saja. (*)

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Diskominfo Pati Gelar Pertunjukan Ketoprak Virtual Dalam Upaya Tekan Peredaran Rokok Ilegal

Komentar

Berita Terkait