oleh

Terima Aduan Bau Tak Sedap di Sekitar Pabrik Pengolah Ikan, Ini Jawaban DLH

Pati, Mitrapost.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pati terus memantau operasional pabrik pengolah ikan di kawasan industri jalan Patura Pati-Juwana.

Tulus Budiharjo, Plt Kepala DLH Pati mengaku, baru-baru ini pihaknya kembali mendapatkan aduan dari warga yang berlokasi dekat kawasan industri terkait bau tidak sedap.

“Sebetulnya di sekitar wilayah antara Desa Purworejo (Kecamatan Pati) dan Desa Gading (Kecamatan Juwana) memang banyak perusahaan yang mengelola perikanan, hal ini memicu bau tidak sedap. Ada yang mengolah ikan segar untuk konsumsi orang juga, ada limbah ikan untuk produk pakan ternak sehingga sangat wajar terjadi bau,” ungkap Tulus kepada Mitrapost.com saat ditemui di kantornya hari ini, Senin (27/9/21).

Baca Juga :   Usung “Resik-resik”, CSR Dewangga Programkan Bersih-bersih Tempat Ibadah

Tulus menjelaskan, pengawasan di pabrik pengolah ikan bukan baru-baru saja dilakukan. Menurutnya menangani bau memang tidak bisa dilakukan secara instan. Meski bau tak sedap hingga saat ini belum bisa dikendalikan, menurutnya penanganan limbah air di kawasan industri terus mengalami perkembangan di setiap tahunnya.

Jelasnya, bau busuk dari pabrik diklasifikasikan dari dua sumber, yaitu dari limbah air dan limbah udara.

Tulus mengklaim, Pengerjaan pembangunan Instalasi Perpipaan Air Limbah (IPAL) di kawasan industri cukup efektif, dibuktikan dengan laporan tes laboratorium yang dilakukan sebulan sekali.

Berbeda dengan limbah udara yang berasal dari uap pembakaran bahan baku, yang menurut tulus masih sulit ditanggulangi karena wujudnya tak terlihat.

Baca Juga :   Lahan Tebu di Pati Terus Alami Penurunan

“Kita instruksikan bukan hanya kualitas airnya, tapi mengontrol suhu yang dikeluarkan. Untuk air kan suhu ada batasnya, jangan sampai itu dilampaui,” jelasnya.

Lanjut Tulus, selain pabrik pengolah ikan, kandang budidaya ayam milik warga sekitar juga sebenarnya berkontribusi pada penyebaran bau busuk. Bau kandang ayam, menambah konsentrasi bau asap pabrik sehingga baunya makin menyengat.

“Jadi jangan hanya menyoroti perusahan perikanan tapi juga sebetulnya aktifitas masyarakat ada kegiatan peternakan ayam juga yang marak,” tandasnya. (*)

Komentar

Berita Terkait