oleh

Aktivis Papua Diamankan ketika Demo di Kedubes Amerika Serikat

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Mitrapost.com- Aktivis Papua dibubarkan oleh polisi saat demo di depan Kedutaan Besar Amerika Serikat, Menteng, Jakarta Pusat.

Alasan polisi membubarkan demo tersebut lantaran tidak ingin penyebaran Covid-19 bertambah dalam kerumunan demo.

Dilansir dari Detik Hoyt, Hengki Haryadi selaku Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes mengungkapkan demo aktivis tersebut tidak memiliki izin dan berlangsung sekitar pukul 11.27 WIB.

“Jadi intinya pada saat PPKM level 3 ini bahwa segala kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan itu dilarang, dalam hal ini penyampaian pendapat di muka umum ini dilaksanakan mereka tanpa izin. Kemudian tanpa rekomendasi dari pihak pengamanan,” ujar Hengki.

Hengki juga mengimbau pada masyarakat, demo saat pandemi dan menimbulkan kerumunan dilarang.

Baca Juga :   Distributor Enggan Mengecer, Petani Lahan Kecil Makin Sulit Tebus Pupuk Subsidi

“Karena memang pada saat PPKM level 3 tidak boleh melakukan kerumunan itu. Oleh karena itu tindakan yang kami lakukan tadi dalam rangka penegakan protokol kesehatan. Kami tetap berpegang teguh pada keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi,” ujar Hengki.

Saat itu, polisi membubarkan peserta demo dengn baik dan n humanis tetapi petugas mendapat perlawanan dari masa.

“Kami berusaha untuk melakukan secara humanis Kami kedepankan polisi yang berserayam apd untuk hindari sentuhan dari mereka. Namun yang terjadi mereka melakukan perlawanan dan melukai petugas kepolisian,” kata Hengki.

Polisi melakukan pengamanan dengan tegas dan mengangkut peserta demo.

“Ada 17 yang kami amankan dan saat ini masih dilakukan pemeriksaan,” imbuhnya.
Dilansir dari Detik Hot peserta demo menuntut bebrapa hal, diantaranya;

Baca Juga :   Kabupaten Pati Sumbang Atlet di PON Papua 2020

1. Aksi dalam rangka memperingati Roma Agreement yang ke-59.
2. Mendesak Presiden Joko Widodo menarik Anggota TNI-POLRI yang di Papua karena membuat situasi masyarakat Papua tidak nyaman
3. Bebaskan Tahanan Politik Victor Yeimo yang mengalami sakit dan ditahan di Mako Brimob Jayapura
4. Menolak perpanjangan Otsus karena dianggap sudah gagal mensejahterakan masyarakat Papua
5. Berikan hak untuk penentuan nasib sendiri (Referendum)
6. Menolak Rasisme dan tuntaskan pelanggaran HAM di Papua

Dalam aksinya, peserta demo membentangkan poster bertuliskan ‘Perjanjian Roma, Perjanjian Antara Penjahat dan Penjahat, Kolonial dan Kolonial’ serta poster bertuliskan ‘We Want to Referendum’. (*)

Artikel ini telah tayang di DetikNes.com dengan judul  “Polisi Bubarkan Demo di Kedubes AS, 17 Aktivis Papua Diamankan”

Baca Juga :   PPNI Usul agar Ditambahnya Fasilitas Kesehatan Papua

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Googlenews. silahkan Klik Tautan https://bit.ly/googlenewsmitrapost dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Video Viral

Komentar