oleh

Tips Terhindar dari Investasi Bodong Menurut APERKEI

Mitrapost.com– Tongam L. Tobing selaku Ketua Satgas Waspada Investasi Indonesia mengungkapkan saat ini tengah banyak sekali modus investasi bodong. Hal tersebut menjadi bukti kuat ketika investasi tersebut terjadi dalam media sosial, maka sudah dipastikan investasi tersebut merupakan investasi bodong.
“Terutama yang sekarang ini yang mengkhawatirkan ada di telegram. di mana di telegram banyak dimasukkan ke satu grup dan ribuan ada member di sana. Di Jasa Keuangan kalau penawaran melakukan di telegram, WhatsApp, langsung dipastikan ilegal karena jasa keuangan itu dilarang kalau melakukan persetujuan tidak secara langsung,” kata Tongam Tobing selaku Ketua Satgas Waspada Investasi Indonesia.

Bahayangnya, investasi tersebut mengaitkan dengan perusahaan investasi ternama. Jadi Tongam mengingatkan kepada masyarakat untuk berhati-hati dan mengecek legalitas perusahaan melalui website OJK.

“Edukasi mengenai legalitas perusahaan itu menjadi yang utama. supaya jangan ada yang dirugikan,” terang Tongam.

Faras Ghasan sebagai Sekjen Asosiasi Perencana Keuangan Indonesia (APERKEI) mengatakan ciri-ciri investasi bodong itu memiliki penawaran dengan hasil yang tinggi.

“Misalnya gini banyak yang bilangnya investasi saham, tetapi ternyata basicnya mata uang banyak yang belum tahu. Atau misalnya 2% seminggu atau 4% seminggu itu sebaiknya dihindari,” ujar Faras.

Selanjutnya ia memastikan bahwa investasi bodong tidak memiliki kantor atau tempat tetap untuk berlangsungnya suatu usaha.

“Karena kalau dia mau bisnis benar atau mau bisnis, sesungguhnya dia akan sangat representatif selama pelayanannya,” lanjut Faras.

Faras juga mengungkapkan bagi seseorang yang ingin berinvestasi harus belajar dan memahami resiko yang ada dalam berinvestasi tersebut.

Baca Juga :   Melalui KIT Batang, Jateng Tingkatkan Investasi dengan India

“Budayakan membaca. Perusahaan sekuritas, aset manajemen, bank, asuransi juga berupaya untuk mengedukasi masyarakat di Indonesia. Itu bisa diklarifikasi melalui di website OJK, website asuransi jiwa Indonesia,” pungkasnya. (*)

Artikel ini telah tayang di DetikNews dengan judul “Belajar dari Kasus Jouska, Ini Ciri-ciri Perusahaan Investasi Bodong

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Diskominfo Pati Gelar Pertunjukan Ketoprak Virtual Dalam Upaya Tekan Peredaran Rokok Ilegal

Komentar

Berita Terkait