oleh

Satu Pesantren di Pati Dukung Prostitusi, MUI Beri Tanggapan

Pati, Mitrapost.com – Salah satu pondok pesantren di Kabupaten Pati diketahui ikut menolak dan menandatangani surat terbuka penolakan penutupan prostitusi dan karaoke di Bumi Mina Tani.

Pondok pesantren itu bernama Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Modiwongso yang terletak di Kecamatan Gembong itu, ikut tergabung dalam Gerakan Rakyat Anti Korupsi Kabupaten Pati (Gerak).

Pbb - Mitrapost.com

Banner Bphtb - Mitrapost.com

Menanggapi hal ini, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Pati, KH. Abdul Mujib angkat bicara. Kiai sepuh ini menjelaskan ponpes tersebut didirikan oleh salah satu koordinator karaoke.

“Pondok pesantrean itu adalah pondok Tahfidzul Quran itu didirikan oleh orang yang bernama Musyafak. Musyafak itu adalah koordinator karaoke yang ada di Pati. Memang dia mendirikan Pondok Pesantren di Bremi, Gembong, yang diketuai oleh mantan kepala desa Imam Suroso,” ujar Kiai Mujib saat ditemui di Kantor MUI Pati, Rabu (20/10/2021) kemarin.

Baca Juga :   Pati Berencana Bentuk Kawasan Industri Hasil Tembakau

Berdasarkan pantauan pihaknya, ponpes tersebut belum memilki murid dan belum terdaftar di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati. Maka dari itu, ia meminta Kemenag Kabupaten Pati untuk menertibkan ponpes tersebut.

“Di sana belum ada muridnya. Hanya papan nama saja. Kami terkejut dan kita sudah meminta Kemang untuk membedolkan (ditertibkan). Masa pondok pesantren kok mendukung prostitusi, karaoke. Itu belum terdaftar,” tandas Kiai Mujib.

Perlu diketahui, pada tanggal 12 Oktober lalu, Gerak melayangkan surat kepada Presiden Joko Widodo dan beberapa institusi negara tentang penolakan penutupan tempat prostitusi dan karaoke di Kabupaten Pati. Mereka menilai, langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati melanggar hak asasi manusia (HAM) dan dapat merugikan negara dalam hal ini PLN, lantaran adanya pemutusan listrik.

Baca Juga :   Baru Diangkat Jadi Sekda, Jumani Sudah Ditunggu Tugas Berat

Menanggapi hal ini, organisasi masyarakat (ormas) keagamaan di Kabupaten Pati pun bersuara. Forum yang diketuai Kiai Mujib ini menilai, langkah Pemkab Pati sudah tepat. “Adanya protistusi banyak kelurga yang hancur. Banyak maksiat, peredaran miras dan lainnya. Penutupan protistusi sudah tepat,” ujar Kiai Mujib. (*)

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Diskominfo Pati Gelar Pertunjukan Ketoprak Virtual Dalam Upaya Tekan Peredaran Rokok Ilegal

Komentar

Berita Terkait