oleh

Dampingi Kampung Nila Salin di Pati, Ini yang KKP Lakukan

Pati, Mitrapost.com – Kampung Nila Salin di Kabupaten Pati dinilai mempunyai potensi yang besar bila terus dikembangkan. Kampung yang berada di Desa Donorejo Kecamatan Tayu Dan desa-desa sekitarnya ini merupakan satu dari enam kampung perikanan di Indonesia.

Sayangnya, para pembudidaya nila salin masih menemui berbagai permasalahan. Mulai dari pembibitan hingga penangangan penyakit. Maka dari itu Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ikut turun tangan.

Pbb - Mitrapost.com

Banner Bphtb - Mitrapost.com

Mereka menerjunkan tim demi menjawab permasalahan para pembudidaya ikan nila salin. Hal ini diungkapkan oleh Direktur Kawasan dan Kesehatan Ikan Edi saat kunjungan kemarin.

Langkah pertama yang dilakukan KPP adalah menangani permasalahan pembenahan. Benih yang digunakan para pembudidaya saat ini adalah benih nila air tawar. Hal ini membuat banyak bibit yang mati.

Baca Juga :   Pilkades Pati di Tengah Pandemi, Kerumunan Tak Terhindari¬†

“Sehingga nanti secara bertahap kita akan mengenalkan benih ikan nila salin yang asli. Sehingga, begitu di budidaya tidak mati mencapai 50 % tapi hidup semua. Dengan begitu dapat mengurangi kors produksi untuk pembelian benih,” tuturnya.

Selain itu, pihaknya juga akan memperbaiki infrastruktur, termasuk saluran yang mungkin mampet, rusak, dan lainnya.

Lalu, salah satu permasalahan yang perlu dihadapi adalah harga pakan ikan nila salin masih terlampaui mahal. Sehingga tim KKP mencoba bantuan ke masyarakat untuk secara sendiri membuat pakan.

“Serta diharapkan tidak beli di pabrik lagi secara keseluruhan kebutuhan pakan. Sehingga bisa dikomplain, disubsidikan, yang harganya rata-rata Rp10 ribu harapan kita dapat turun Rp1000 sudah terimakasih banyak, dikarenakan telah memberikan banyak keuntungan bagi masyarakat budidaya setempat,” ungkapnya.

Baca Juga :   Disnakertrans Fasilitasi Vaksinasi Covid-19 Kepada Pekerja Migran Asal Pati

Pihaknya juga akan mencoba menjawab permasalahan soal penyakit. Ia mengakui saat ini mungkin penyakit belum banyak, namun apabila nantinya budidaya ikan nila salin ini menjadi besar, kemungkinan besar penyakit akan menjadi masalah.

“Sehingga kita perkuat juga laboratorium untuk penanganan penyakit di Kecamatan Tayu. Nanti kita akan perbaiki uang sudah ada, dilengkapi perlengkapan nya, sehingga nanti dapat menjadi tempat pelayanan masyarakat terkait pelayanan pembudidaya ikan nila salin,” ucapnya.

Ia berharap program ini dapat bermanfaat bagi para pembudidaya ikan nila salin di Kabupaten Pati. “Memang nilainya tidak seberapa, namun kalau yang kecil ini dapat memberikan efek yang besar. Mungkin kita akan memberikan untuk seluruh wilayah Tayu, atau Pati pada umunya,” tandasnya. (*)

Baca Juga :   Imbas Covid-19, Pendapatan Dinporapar Pati Terjun Bebas

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Diskominfo Pati Gelar Pertunjukan Ketoprak Virtual Dalam Upaya Tekan Peredaran Rokok Ilegal

Komentar

Berita Terkait