Mitrapost.com– Karyawan PT Garuda Indonesia melayangkan surat kepada Menteri BUMN, Erick Thohir. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk protes kepada Irfan Setiaputra selaku Direktur Utama Garuda Indonesia yang telah menggunakan fasilitas perusahaan untuk liburan keluarga.
Dilansir dari Detikcom, pada Rabu (27/10/2021) Direktur Utama Garuda Indonesia Senin lalu (25/10) bercerita mengenai kehadirannya dalam pertemuan IATA yang diselenggarakan pada 3-5 Oktober 2021. Keberangkatan direktur tersebut bersama dengan keluarga yang semula rute penerbangan Jakarta-Newyork via Amsterdam berubah menjadi Jakarta-Newyork via Seoul dan menggunakan fasilitas kelas bisnis di Garuda Indonesia.
“Bahwa mengingat situasi dan kondisi Garuda sangat memerlukan perhatian 24 jam dari seorang Direktur Utama, maka kami berpendapat seharusnya seorang Dirut lebih memprioritaskan perhatiannya terhadap kondisi Garuda Indonesia saat ini, karena undangan tersebut biasanya didelegasikan kepada salah satu Manager, Senior Manager, atau Vice President oleh Direktur Utama sebelumnya,” bunyi surat yang ditandatangani Ketua Umum DPP Dwi Yulianta.
Yulianta, Ketua Umum DPP mengaku miris dengan kelakuan direktur utama tersebut. Undangan yang harus dihadiri pada tanggal 3-5 Oktober, tetapi ia baru pulang pada tanggal 16 Oktober 2021 dengan alasan liburan.
“Bahwa kami sangat prihatin, di saat Garuda Indonesia sedang kesulitan keuangan, kami mendapat informasi bahwa biaya pembatalan (Cancelation Fee) atas 4 tiket ekonomi promo V Class keluarga Direktur Utama Garuda dengan rute semula Jakarta – Amsterdam tidak dikenakan biaya pembatalan dan tiket tersebut diubah rutenya menjadi Jakarta – Incheon/Soul serta melakukan upgrade 4 tiket ekonomi untuk menjadi fasilitas terbang tiket kelas bisnis baik pada saat keberangkatan maupun kepulangan,” terangnya.
“Kami juga mendapat informasi terkait adanya penerbitan Kartu Member Garuda Indonesia yaitu GA Miles Platinum VIP terhadap 4 orang keluarga Direktur Utama (anak, menantu dan cucu),” sambungnya.
hal tersebut menyebabkan para karyawan Garuda Indonesia risau dan meminta Menteri BUMN untuk membentuk tim khusus investigasi.
“Mengingat pentingnya Good Corporate Governance (GCG) dan Core Value Akhlak Kementerian BUMN dan terkait hal tersebut di atas sudah menjadi polemik serta banyaknya pertanyaan-pertanyaan dari pihak karyawan yang disampaikan kepada kami sebagai pengurus serikat pekerja, maka kami memohon kiranya Bapak Menteri BUMN dapat membentuk tim investigasi,” jelasnya. (*)
Artikel ini telah tayang di Detik Finance dengan judul “Duga Bos Garuda Liburan Keluarga Pakai Fasilitas Kantor, SP Lapor Erick Thohir”
Karyawan Garuda Layangkan Surat ke Menteri BUMN Lantaran Bosnya Liburan Pakai Fasilitas Kantor
Mitrapost.com- Karyawan PT Garuda Indonesia melayangkan surat kepada Menteri BUMN, Erick Thohir. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk protes kepada Irfan Setiaputra selaku Direktur Utama Garuda Indonesia yang telah menggunakan fasilitas perusahaan untuk liburan keluarga.
Dilansir dari Detikcom, pada Rabu (27/10/2021) Direktur Utama Garuda Indonesia Senin lalu (25/10) bercerita mengenai kehadirannya dalam pertemuan IATA yang diselenggarakan pada 3-5 Oktober 2021. Keberangkatan direktur tersebut bersama dengan keluarga yang semula rute penerbangan Jakarta-Newyork via Amsterdam berubah menjadi Jakarta-Newyork via Seoul dan menggunakan fasilitas kelas bisnis di Garuda Indonesia.
“Bahwa mengingat situasi dan kondisi Garuda sangat memerlukan perhatian 24 jam dari seorang Direktur Utama, maka kami berpendapat seharusnya seorang Dirut lebih memprioritaskan perhatiannya terhadap kondisi Garuda Indonesia saat ini, karena undangan tersebut biasanya didelegasikan kepada salah satu Manager, Senior Manager, atau Vice President oleh Direktur Utama sebelumnya,” bunyi surat yang ditandatangani Ketua Umum DPP Dwi Yulianta.
Yulianta, Ketua Umum DPP mengaku miris dengan kelakuan direktur utama tersebut. Udangan yang harus dihadiri pada tanggal 3-5 Oktober, tetapi ia baru pulang pada tanggal 16 Oktober 2021 dengan alasan liburan.
“Bahwa kami sangat prihatin, di saat Garuda Indonesia sedang kesulitan keuangan, kami mendapat informasi bahwa biaya pembatalan (Cancelation Fee) atas 4 tiket ekonomi promo V Class keluarga Direktur Utama Garuda dengan rute semula Jakarta – Amsterdam tidak dikenakan biaya pembatalan dan tiket tersebut diubah rutenya menjadi Jakarta – Incheon/Soul serta melakukan upgrade 4 tiket ekonomi untuk menjadi fasilitas terbang tiket kelas bisnis baik pada saat keberangkatan maupun kepulangan,” terangnya.
“Kami juga mendapat informasi terkait adanya penerbitan Kartu Member Garuda Indonesia yaitu GA Miles Platinum VIP terhadap 4 orang keluarga Direktur Utama (anak, menantu dan cucu),” sambungnya.
hal tersebut menyebabkan para karyawan Garuda Indonesia risau dan meminta Menteri BUMN untuk membentuk tim khusus investigasi.
“Mengingat pentingnya Good Corporate Governance (GCG) dan Core Value Akhlak Kementerian BUMN dan terkait hal tersebut di atas sudah menjadi polemik serta banyaknya pertanyaan-pertanyaan dari pihak karyawan yang disampaikan kepada kami sebagai pengurus serikat pekerja, maka kami memohon kiranya Bapak Menteri BUMN dapat membentuk tim investigasi,” jelasnya. (*)
Artikel ini telah tayang di Detik Finance dengan judul “Duga Bos Garuda Liburan Keluarga Pakai Fasilitas Kantor, SP Lapor Erick Thohir”
Redaksi Mitrapost.com






