Pati, Mitrapost.com – Ketua BAMAG Pati, Pendeta (Pdt) Otniel Lumowa mengatakan, pihaknya menaungi 160 geraja protestan di Kabupaten Pati. Hal ini diungkapkan saat Pelantikan Pengurus Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Kabupaten Pati periode 2021-2026. Prosesi pelantikan dilakukan di Pendopo Kabupaten Pati, Kamis (28/10/2021).
“Ada sekira 160 gereja yang tergabung dan bersama-sama menjalankan program BAMAG. Diantaranya sudah menggelar vaksinasi Covid-19, hasil kerjasama dengan Polres Pati. Ada 1600 sasaran,” ujar dia.
Usai pelantikan ini, lanjut Pdt Otniel Lumowa, pihaknya juga akan melaksanakan penyemprotan ecoenzim di wilayah Kota Pati.
“Adapun terkait program ke depan, kami kelompokkan dalam dua lingkup. Pertama, lingkup ke dalam atau internal, terhadap mitra gereja, membangun semangat gotong-royong antargereja. Memenuhi panggilan sebagai ‘garam dan terang dunia’,” papar dia.
Adapun lingkup kedua ialah eksternal atau di luar gereja. Terkait hal ini, Pdt Otniel mengatakan, pihaknya akan menjadi mitra pemerintah dalam menyejahterakan masyarakat.
“Selain itu juga menjalin hubungan dengan tokoh agama lain supaya terwujud kerukunan antaragama. Supaya Pati aman, damai, dan diberkati Tuhan,” harap dia.
Sementara itu, Bupati Pati Haryanto mengatakan, dirinya selaku kepala daerah menyambut baik keberadaan BAMAG yang memperkuat fungsi dan peran gereja, termasuk dalam kegiatan sosial yang mendukung kerja pemerintah. Menurut Haryanto, keberadaan organisasi dari berbagai agama justru merupakan hal baik.
“Banyaknya organisasi keagamaan justru mempertahankan dan memperkuat rasa kesatuan dan persatuan bangsa Indonesia. Sehingga kita tidak terpecah-belah. Memang organisasi berbeda, tapi tujuannya sama, beribadah pada Tuhan Yang Maha Esa,” ujar dia.
Haryanto juga berterimakasih pada BAMAG yang telah membantu program pemerintah, di antaranya terkait penanganan Covid-19.
Belum lama ini, BAMAG bekerjasama dengan Polres, yang juga telah menggelar program vaksinasi Covid-19. Haryanto juga meminta BAMAG untuk senantiasa membantu menyukseskan percepatan vaksinasi di Pati.
“Saat awal pandemi Covid-19 melanda Indonesia, termasuk Pati, semua tempat ibadah diberi pembatasan ketat. Teman-teman gereja mendukung, di antaranya melakukan kegiatan secara virtual,” tandas Haryanto. (*)
Wartawan






