Mitrapost.com– Seorang perwira Polri terluka lantaran dikeroyok massa Pemuda Pancasila. Hal ini menyulut kemarahan Kapolres Jakarta Pusat.
Diketahui sebelumnya bahwa Pemuda Pancasila melakukan demo di Gedung DPR RI, pada Kamis (25/11) menuntut politikus PDIP Junimart Girsang minta maaf.
Junimart mengungkapkan bahwa ormas Pemuda Pancasila agar dibubarkan karena meresahkan warga.
“Apabila masih tetap menimbulkan keresahan di masyarakat tentu Kemendagri bisa mencabut izin dari ormas itu atau tidak memperpanjang perizinannya. Ini sudah pernah dilakukan oleh Kemendagri dengan tidak memperpanjang izin ormas FPI, dll. Pemerintah harus tegas apalagi di masa pandemi ini kita fokus terhadap pencegahan, penyebaran virus COVID-19 dan pemulihan ekonomi,” ungkap Junimart Girsang, pada Sabtu (20/11).
Sebelumnya, demonstrasi berlangsung dengan kondusif namun menjelang sore massa ricuh dan memaksa masuk Gedung DPR untuk bertemu Junimart. Ricuhnya massa mengakibat Kabagops Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Dermawan Karosekali dikeroyok.
Selanjutnya, pada pukul 16.45, Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Hengki Haryadi menemui massa dan naik ke atas mobil komando, berbicara dengan pengeras suara di hadapan Pemuda Pancasila.
Hengki mengatakan bahwa anggota polisi terluka akibat dikeroyok Pemuda Pancasila,. Kemudian ia mempertanyakan tujuan massa berdemo.
“Perwira kami, AKBP, dikeroyok luka-luka, apakah itu tujuan rekan-rekan datang kemari? Melawan kami, mengeroyok kami yang mengamankan rekan-rekan. Saya minta pimpinan aksi ini bertanggung jawab. Perwira menengah. Perwira menengah dikeroyok, padahal beliau mengamankan kegiatan ini,” ungkap Hengki dengan nada tinggi.
Hal ini membuat Kapolres meminta korlap aksi untuk bertanggung jawab.
“Sekali lagi saya minta koordinator kegiatan ini segera menyerahkan, jangan aksi rekan dinodai dengan kegiatan yang justru melawan hukum. Kami yang melayani rekan-rekan, mengamankan, justru dipukuli dikeroyok. Apakah ini tujuan kalian datang kemari?,” kata Hengki dengan nada tinggi.
Hengki juga meminta penganggung jawab aksi untuk menyerahkan pelaku pengeroyokan.
“Anggota kami luka-luka, apakah kami tadi keras sama Anda atau menghalangi kegiatan saudara? Saya minta tadi saksi yang melihat menyerahkan, hukum harus ditegakkan,” tegas Hengki lagi.
“Saya bersahabat dengan ketua Pemuda Pancasila Jakpus, tapi justru anggota kami dianiaya oleh rekan-rekan sendiri. Saya minta diserahkan atau kami kejar,” lanjut Hengki.
Kabagops Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Dermawan Karosekali mengalami luka serius di bagian kepala usai dikeroyok massa Pemuda Pancasila (PP).
“AKBP Dermawan Karosekali dari Ditlantas Polda Metro Jaya mengalami luka-luka yang cukup serius, (dikeroyok) oleh anggota ormas yang melakukan demo tadi,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan kepada wartawan, Kamis (25/11/2021).
Zulpan mengatakan bahwa Dermawan mengalami pendarahan pada bagian belakang kepalanya. Saat ini dirinya tengah dirawat di Rumah Sakit Polri di Kramat Jati, Jakarta Timur.
“(Luka akibat) senjata tajam, diserang. Kemudian kepala bagian belakang ini mengalami luka robek dan pendarahan yang cukup besar dan harus mendapat beberapa jahitan,” terang Zulpan. (*)
Artikel ini telah tayang di Detik News dengan judul “Murka Kapolres Jakpus Sebab Perwira Terluka Dikeroyok Pemuda Pancasila”
Redaksi Mitrapost.com






