Pati, Mitrapost.com – Dalam rangka menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2025 mendatang, para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) didorong untuk melek digital.
Hal ini diungkapkan oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah, Kartina Sukawati, Sabtu (11/12/2021) lalu. Menurut anggota yang akrab disapa Ina ini, penguasaan digital sangat diperlukan guna menghadapi MEA 2025 mendatang.
Nantinya, ungkap Ina, pasar dunia sudah mulai terbuka. Semua arus ekonomi dan perdagangan akan terbuka selebar-lebarnya. Bila tak menyiapkan diri, bangsa Indonesia hanya akan menjadi konsumen.
“Digital marketing karena pasar dunia sudah membuka secara global, semua arus ekonomi dan perdagangan akan dibuka secara global. Dan tahun 2025 akan dibuka Masyarakat Ekonomi Asean. Di mana perekonomian terbuka lebar untuk masyarakat Asia Tenggara,” tutur dia.
Maka dari itu, ia mendorong para pelaku UMKM di Kabupaten Pati untuk menyiapkan diri dan terus berinovasi agar produk Indonesia tidak kalah dengan produk dari negara lainnya.
“Para pelaku UMKM ini harus siap dan mau tidak mau harus melek IT, harus melek digital dalam berusaha dan berdagang. Ini sangat penting sekali. Terutama Ecommere ya,” tandasnya.
Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua Paguyuban Penyehat Tradisional Pati Gayatri, Indah Susanti. Ketua paguyuban UMKM olahan herbal serta terapi tradisional ini menilai, dengan adanya digitalisasi, pemasaran bisa menjangkau hingga luar daerah dan tidak hanya terpaku oleh konsumen dari Pati saja.
“Karena saat ini dunia sudah digital. Maka kita harus menyesuaikan perkembangan zaman dengan digitalisasi,” pungkas pengusaha yang mempunyai brand produk Jeng Minul ini. (*)
Wartawan