Rembang, Mitrapost.com – Vaksinasi booster atau vaksin dosis ketiga dinilai ampuh untuk cegah penularan varian baru Covid-19. Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Rembang belum bisa memberikan vaksin kepada masyarakat umum dikarenakan belum adanya regulasi dari pusat.
Varian baru Covid-19 Omicron tengah menjadi perbincangan publik saat ini. Pasalnya penularan virus Covid-19 yang cukup cepat dan dengan adanya varian baru menyebabkan kekhawatiran yang cukup serius di tengah masyarakat.
Vaksinasi booster atau vaksin dosis ketiga dinilai cukup ampuh untuk menangkal varian-varian baru yang akan muncul, termasuk varian Omicron yang saat ini menjadi kekhawatiran khalayak umum.
Vaksinasi booster merupakan vaksin yang diberikan pada dosis ke-3 setelah dosis pertama dan kedua lengkap dilakukan. Biasanya vaksin yang diberikan memiliki dosis yang lebih tinggi daripada vaksin pertama dan kedua. Akan tetapi pada pemberian vaksinasi booster, hanya akan diberikan setengah dosis.
Meskipun dinilai ampuh nyatanya Indonesia saat ini belum menerapkan vaksinasi booster. Hal tersebut disampaikan oleh dr. Ali Syofi’i selaku Kepala DKK Rembang pada Senin (10/01/2022).
“Kami di Kabupaten Rembang tentunya menunggu petunjuk dari pusat terkait dengan vaksinasi booster,” ujarnya kepada Mitrapost.com.
Ia mengatakan meskipun wacana terkait dengan vaksinasi booster telah menyebar ke berbagai media termasuk media sosial, akan tetapi pusat atau Kemenkes RI belum memberikan petunjuk terkait hal itu.
DKK Rembang juga masih menunggu petunjuk mengenai vaksinasi dosis ketiga tersebut. Pasalnya, dr. Ali mengatakan dinas hanya merupakan pelaksana dari pusat atau kementerian saja.
Akan tetapi khususnya tenaga kesehatan Kabupaten Rembang telah memberikan vaksinasi dosis ketiga untuk para tenaga kesehatan. Hal tersebut diberikan untuk membentuk antibodi yang lebih kuat dikarenakan tenaga kesehatan harus berinteraksi langsung dengan para pasien Covid-19.
“Khususnya untuk tenaga kesehatan memang sudah dilaksanakan untuk dosis ketiga ini,” tandasnya. (*)






