Rembang, Mitrapost.com – Salah satu momen terbesar dalam kebudayaan Tionghoa yaitu Hari Raya Imlek nyatanya masih terhalang oleh pandemi Covid-19. Perayaan Imlek seperti pertunjukan barongsai belum dapat digelar demi menghindari klaster baru Covid-19. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Dinbudpar) Kabupaten Rembang, Muttaqin pada Rabu (2/2/2022).
Klenteng Tjoe Hwie Kiong yang merupakan salah satu klenteng di Desa Tasikagung, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang nampak sepi.
Kendati demikian, pihak Dinbudpar Kabupaten Rembang tidak melarang pagelaran seni karena saat ini Rembang telah memasuki Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1 di wilayah Jawa dan Bali.
“Kalau dari kami tidak ada imbauan khusus, tapi justru malah mereka yang tidak mau menggelar itu (pertunjukan barongsai). Karena kesadaran mereka saja sih, ini kan masih pandemi,” ungkapnya.
Meski begitu, sajian makanan dan buah-buahan terlihat masih menghiasi area dalam klenteng sebagai wujud persembahan kepada sang Dewa. Lalu, beberapa jemaah bergantian mendatangi klenteng untuk melakukan kegiatan peribadatan.
Untuk memastikan situasi tetap stabil, beberapa personel Polres Rembang melakukan kegiatan pengamanan serta mengecek ketersediaan fasilitas protokol kesehatan yang ada di area klenteng.
Meski nampak sepi, akan tetapi ibadah nampak khidmat dengan dinyalakannya lilin di setiap sudut ruangan klenteng.
Tim Redaksi Khusus Video dan Konten






