oleh

Hadiri Pertemuan di Jenewa, Taliban Bicara Soal HAM

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Mitrapost.com – Beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) internasional mengadakan pertemuan di Jenewa, Swiss. Pertemuan itu membicarakan tentang kemanusiaan dan hak asasi manusia (HAM). Delegasi Taliban hadir dalam pertemuan internasional itu.

Pembicaraan yang digelar atas inisiatif Yayasan Geneva Call itu merespon adanya sejumlah pemilihan gubernur baru di Afghanistan. Pasalnya, para pemimpin Afghanistan tengah mencoba memperluas keterlibatan di komunitas internasional.

Acara itu pada intinya terfokus pada konferensi isu Afghanistan.

Digelar secara tertutup dari Senin hingga Jumat mendatang di Jenewa, dengan tujuan meningkatkan pengiriman bantuan kemanusiaan ke negara tersebut.

“Negara (Afghanistan) sedang menghadapi keadaan darurat yang rumit karena konflik bersenjata, Covid-19, dan cuaca ekstrem,” ungkap yayasan itu, dilansir dari TRT World, Rabu (9/2/2022).

Baca Juga :   Menlu Retno Marsudi Tegaskan Tolak Diskriminasi Vaksin

“Saat ini, 23 juta rakyat Afghanistan rentan kekurangan gizi dan 97 persen penduduk hidup di bawah garis kemiskinan,” imbuh mereka.

Geneva Call mengundang Taliban ke konferensi untuk mendiskusikan status bantuan kemanusiaan, perlindungan masyarakat sipil, penghormatan tenaga kesehatan, dan masalah ranjau darat serta bahan-bahan peledak sisa perang.

Namun, Kementerian Luar Negeri Swiss mengatakan, penerimaan kedatangan Taliban bukan berarti negaranya mengakui status kepemimpinan kelompok tersebut di Afghanistan.

Perlu diketahui, Taliban mengambil alih kekuasaan di Afghanistan pada pertengahan Agustus 2021. Tak lama kemudian, Taliban mendeklarasikan negara Emirat Islam Afghanistan (Islamic Emirate of Afghanistan/IEA).

Sejak saat itu, Afghanistan mengalami kekacauan finansial dengan lonjakan tingkat inflasi dan pengangguran.

Baca Juga :   Taliban Melarang Pria Afghanistan Cukur Jenggot

Di samping itu, penghentian pengiriman bantuan internasional juga memicu krisis kemanusiaan di Afghanistan, negara yang sudah mengalami banyak kehancuran akibat perang selama berdekade-dekade.

Januari lalu, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) membutuhkan dana senilai $5 miliar (sekitar 71,8 rupiah) untuk membantu Afghanistan di tahun 2022 demi mencegah terjadinya isu kemanusiaan di Afghanistan. (*)

 

 

 

Artikel ini telah tayang di medcom.id dengan judul “Taliban akan Bahas Isu HAM dan Bantuan Kemanusiaan di Swiss.”

Komentar