Mitrapost.com – Fahri Hamzah selaku Wakil Ketua Umur Parta Gelora mengungkap isu adanya amplop berseliweran di Komisi VI DPR. Bahkan ia juga menyebut legislator lama mempunyai kebiasaan main golf hingga karaoke dengan Direksi BUMN.
Mendengar hal tersebut, Anggota Komisi VI DPR Andre Rosiade menepis hal tersebut terjadi pada periode sekarang.
Dilansir dari Yotube Detikcom dengan tajuk acara ‘Adu Perspektif’, Fahri dan Andre berdebat panas. Perdebatan berawal saat Fahri menyinggung adanya amplop yang berseliweran di Komisi VI DPR.
“Kalau soal BUMN ya memang saya kan memprotes rapat dengan BUMN itu kira-kira 2005-2006. Anda cari di beberapa media, saya pernah komplain tentang amplop yang berseliweran di Komisi VI 2005-2006, itu,” kata Fahri.
Bahkan Fahri juga menyinggung DPR hanya rapat dengan BUMN yang ‘gemuk’, dan BUMN yang ‘kurus’ tidak diperhatikan. Dalam hal ini, Fahri meminta agar kebiasaan seperti itu agar dihentikan
“Mohon maaf ya, kan ini rapatnya kan dengan yang banyak duitnya, ya kan. Kan dengan yang berlemak ini rapatnya, kan yang kurus-kurus, yang mau mati nggak diurus. Jadi sebenarnya mohon maaf ini, Bung Andre, saya ngertilah argumennya dari A sampai Z, tetapi menurut saya jangan lagi karena itu sudah punya mekanismenya,” kata Fahri.
Tidak sampai disitu, Fahri juga membahas terkait Anggota Komisi VI yang banyak bermain golf hingga karaoke.
“Korporasi itu serahkan kepada mekanisme pasar, dia yang akan menciptakan kultur baik di dalam korporasi. Tapi kalau Anda ajak panggil terus main golf, nanti karaoke dan sebagainya itu rusak,” tuturnya.
Ia juga membeberkan adanya potensi kerja sama saat pemilihan Direksi BUMN dengan DPR.
“Saya mohon maaf karena itu nanti berefek kepada, misalnya, dia memerlukan anggota dewan supaya bertahan sebagai direksi. Nanti anggota dewan disuruh teken menterinya supaya dia yang diangkat dan seterusnya kemudian ada orang bawa proyek, oh dia ternyata mitra dari BUMN tertentu. Dia bawa politisi ini, politisi itu, suruh tekan BUMN-nya bahkan disuruh marah-marahin di ruang sidang. Sudahlah ini kita udah tahu semua, Bung Andre, janganlah ini diteruskan, biarkan ini menjadi mekanisme korporasi,” beber Fahri.
Tidak terima dengan pernyataan Fahri, Andre selaku Anggota Komisi VI DPR menilai bahwa Fahri kurang informasi.
“Makanya saya bilang Bang Fahri ini kurang update, hanya melihat di puncak gunung es. Saya juga bingung amplop ceritanya, main karaoke, gitu. Saya nggak tahu kalau periode yang lalu ya, Bang Fahri, kalau periode sekarang clear ya, Bang Fahri. Jadi saya ingin sampaikan ke Bang Fahri, kita nggak rapat sama yang besar-besar saja, rapat kecil-kecilnya juga banyak,” ujar Andre.
Andre menjelaskan banyak memperjuangkan aspirasi rakyat, bahkan saat ini usulan minyak goreng telah ditampung.
“Jadi Bang Fahri jangan bicara kita nggak kerja itu soal minyak goreng,” kata Fahri.
“Rapat komisi VI ini sekarang DPR transparan, seluruh rapat itu disiarkan di media sosial YouTube, Facebook, TV parlemen, rakyat bisa menilai secara langsung apakah memang rapat kerja atau rapat dengar pendapat dengan Menteri BUMN atau BUMN-BUMN itu ada politisasinya arau titipan-titipan pertanyaan seperti yang disampaikan Bang Fahri. Yang saya rasakan sekarang produktif,” kata Andre.
Ia juga membalas balik terkait dengan kinerja BUMN yang bermasalah dan harus diselesaikan.
“Bagaimana kita menyelesaikan BUMN-BUMN yang banyak bangkrut sekarang, BUMN-BUMN yang bermasalah karena kebijakan masa lalu dan alhamdulillah ini Bang Fahri saya laporkan saat ini Bang, tercatat laba bersih meningkat signifikan 2021 mencapai Rp 61 triliun, dari tahun sebelumnya hanya Rp 13 triliun. Itu karena siapa? karena fungsi pengawasan DPR di Komisi VI,” tutur Andre.
Andre juga meminta agar masyarakat dapat berpikir objektif dan tidak termakan isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Contoh bagaimana kita bisa melakukan penggabungan 3 BUMN, BRI, pegadaian, dan penanaman modal. Permodalan nasional madani itu untuk apa? Untuk menciptakan ekosistem ultramikro sehingga nanti ke depan masyarakat kecil UMKM dan rakyat-rakyat kecil itu bisa mendapatkan akses permodalan tanpa tergantung lagi dengan rentenir itu kerja siapa? Komisi VI DPR RI yang bekerja produktif,” katanya. (*)
Artikel ini telah tayang di Detik News dengan, “Debat Fahri Vs Andre Menyeret Isu Amplop Berseliweran di DPR hingga Golf” s
Redaksi Mitrapost.com






