oleh

PPKM Level 2, PTM di Kota Semarang Akan Digelar Kembali

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Semarang, Mitrapost.com – Kota Semarang kini masuk dalam PPKM level 2, meski begitu, wali kota Hendrar Prihadi menegaskan bahwa pembelajaran tatap muka (PTM) akan digelar kembali.

“Ya sesuai Inmendagri nomor 10 tahun 2022, salah satu pointnya adalah menurunkan level Kota Semarang dari level 1 ke level 2, dan kemudian kita tindak lanjuti dengan instruksi walikota nomor 4 tahun 2022,” ungkap Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi.

Pada masa PPKM level 2, pihaknya hanya melakukan pengurangan jam operasional tempat hiburan, mal, dan supermarket.

“Tapi intinya hampir sama dengan modifikasi PPKM level 1 seminggu yang lalu. Jadi tempat hiburan yang semula 24.00 sudah kita turunkan jam 23.00. Bedanya hanya mal, hypermarket, supermarket yang tadinya jam 22.00, kita turunkan jam 21.00,” lanjut Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu saat membuka sesi keterangan pers, Kamis (17/2).

Dengan penerapan kebijakan yang hampir sama dengan ketentuan PPKM di Kota Semarang sebelumnya, Hendi sendiri menuturkan jika dia meyakini seharusnya tidak ada gejolak yang terjadi pada pelaku usaha.

Baca Juga :   Masjid Raya Baiturrahman Simpanglima Semarang Mulai Direnovasi

“Kafe, restoran, dan lain – lainnya masih sama seperti peraturan – peraturan yang lalu. Maka saya rasa tidak akan ada gejolak dari para pelaku usaha ekonomi,” tekan Wali Kota Semarang itu.

Ia pun tetap memastikan, pihaknya akan Kembali memulai PTM. namun, tidak dijalankan secara penuh, melainkan dengan kapasitas 50 persen terlebih dahulu.

Hendi juga tak menutup kemungkinan aka nada penambahan presentase kapasitas PTM, jika situasi mulai membaik.

Oleh karenanya, ia mengharapkan ada tidak lanjut dengan persiapan yang lebih maksimal dari pihak sekolah. Mulai dari infrastruktur atau menggelar swab secara rutin. Sehingga diharapkan tidak menyebabkan munculnya klaster sekolah.

Di sisi lain, Hendi juga menjelaskan salah satu indikator naiknya level PPKM Kota Semarang ke level 2, yaitu terkait tingkat kematian akibat Covid-19. Dimana dirinya menyebut, data per Kamis (17/2) pagi tercatat ada 790 pasien dirawat dengan rincian 127 warga luar kota dan 573 warga Kota Semarang, serta 18 pasien meninggal.

Baca Juga :   Cegah Tindak Pidana, Program JMS Dioptimalkan Melalui Media Daring

“Sebanyak 18 orang yang dirawat meninggal, tapi 6 dari luar kota. Dari 12 warga Semarang setelah diidentifikasi, yang 6 meninggal karena komorbid dan lansia meski vaksinnya sudah komplit sampai V2. Dan 6 sisanya lebih pada mereka yang vaksinnya belum komplit,” tutur Hendi.

Hendi juga kembali menekankan, meski berstatus PPKM level 2, ketersediaan kamar di rumah sakit Kota Semarang bagi penderita Covid-19 masih mencukupi.

“Saat ini dari 20 rumah sakit yang ada, ruang perawatan untuk Covidnya ada 866. Artinya masih tersedia banyak ruang bagi masyarakat saat merasakan gejala Covid. Sementara di rumah dinas sekarang ini sudah kita buka lagi 2 ruang isolasi,” terang pria yang merupakan politisi PDI Perjuangan tersebut.

Lebih lanjut, Hendi menyampaikan grafik Covid-19 di Kota Semarang belum menunjukkan penurunan. Menurut analisis Dinas Kesehatan, diprediksi puncaknya akan berlangsung hingga akhir Februari dan turun pada tanggal 6 Maret.

“Klaster terbanyak di Minggu lalu masih di kalangan pegawai dengan perusahaannya lalu di dunia pendidikan,” jelasnya.

Baca Juga :   Pembukaan Museum Kota Lama Semarang, Tiket Masuk Digratiskan

Hendi juga menjelaskan, capaian vaksinasi per hari ini mencapai 123% untuk V1 dan 111% untuk V2, sedangkan vaksin ke 3 atau booster sebesar 15,8%. Sementara, capaian vaksin pelajar mencapai 98% V1 dan 92% V2. Vaksinasi pada lansia, lanjutnya, sudah melebihi target yaitu 86% untuk V1 dan 81% untuk V2.

Terkait vaksinasi, lanjut Hendi, pemerintah tidak akan memaksa, namun lebih memberikan tindakan edukasi terkait informasi yang keliru. Dirinya juga berharap, pihak sekolah dapat memberikan info yang lebih tepat dan jelas.

“Bulan Maret ini kita gas pol karena menurut catatan Dinkes, 500 ribu warga Semarang harus divaksin pada bulan Maret. Jadi disiapkan pada Maret setiap harinya dilaksanakan 20 ribu vaksin,” tegas Hendi. (*)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Googlenews. silahkan Klik Tautan https://bit.ly/googlenewsmitrapost dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Video Viral

Komentar