Refleksi Satu Tahun Pemerintahan Rembang Hafidz-Hanies

Ia juga mengungkapkan bahwa jalan kabupaten jumlahnya panjang 584 km. Itu jalan antar kecamatan. Untuk antar desa ribuan kilo. Jalan kecamatan yang baik baru 71 persen. Rusak ringan 8 sekian ringan, rusak berat cukup banyak 19 persen.

Hafidz menjelaskan hal tersebut dengan tujuan masyarakat agar mengetahui jalan di Rembang untuk kepentingan umum bukan pribadi. Hal ini lantaran sebagian masyarakat ada yang menggunakan jalan untuk bertanam pisang.

”Jalan kabupaten 584 km. 71 persen atau kisaran 419 km sudah baik semua. Itu tetap diteruskan. Tahun 2022 segera tindaklanjuti. Melalui pos-pos yang ada,” komitmenya.

Diberikan contoh jalan Pamotan-Gunem, Sulang-Banyuurip, Sarang depan pasar sampai Lodan, bahkan tidak tanggung-tanggung anggaran Rp 22,5 miliar. Lalu dari barat, Sumber-Sekaranarum nilainya Rp 3 miliar. Sekararum sampai Dresi perbatasan Rp 7 miliar.

Kemudian Tambangagung sampai embung Wiroto. Juga sudah dianggarkan Rp 5 miliar, lalu Karangsekar sampai Banggi Petak  Rp 4 miliar. Sudah. Akan diselesaikan dari tahun ke tahun. ”Jelaskan masyarakat. Pak wakil ngendikan kekurangan-kekurangan masih ada. Tetapi bagaimana bisa memanage yang baik. Untuk diperbaiki di masa yang akan datang,” ujarnya.

Misalnya di Rembang kota. Desa Waru misalnya Ngaguk dilebarkan. Sudah pelebaran. Bukan peningkatan. Yang 3 menjadi 4 meter, 4 meter jadi 5 meter. Itu konsep yang dicanangkan. Diminta berikan jawaban konkrit. Terhadap isu-isu di tengah masyarakat.

Kemudian seperti Sale-Mrayun sekira Rp 10 miliar. Lalu Wonokerto menyusul. Termasuk Tahunan sampai daerah gunung juga dicicil Rp 2,5-3 miliar. Jadi mulai ujung timur sampai barat sama-sama mendapat prioritas.

Lanjut di sektor pertanian 2021 target pemerintah 180 ribu yang dibebankan. Tercapai 220 ton. Surplus 40 ton. Dibuat makan lebih se-masyarakat Rembang lebih 5 bulan. Artinya surplus tahun lalu untuk ketahanan pangan beras.

Begitupun sama jagung ada 169 ribu ton. Harga sangat bagus. Dulu Rp 2.700, sempat Rp  5.500. Karena basah tembus Ro 3.300. Diambil contoh Karangasem, Bulu sehari 4-5 truck. Belum di kecamatan Gunem dan Sale.

”Pak Wabup soal minyak. Minyak jan-jane kalau fair didistribusikan cara benar tidak kurang. Sudah dihitung. Kebutuhan minyak goreng masyarakat Rembang seminggu 60 ton. Rembang lebih dari itu untuk distribusi,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Rembang, Mochammad Hanies Cholil Barro’ sempat menyoroti terkini dinamika kelangkaan minyak goreng. Pasangan Hafidz-Hanies diserang habis-habisan di medsos. Dicek kepala Indakop sudah stabil. Harga bagus dan stok ada.

”Artinya kalau ada yang mempertanyakan ini belum benar-benar cek dilapangan,” ujarnya.

Selanjutnya, Bupati dan Wakil Bupati Rembang tersebut terus berupaya lebih baik dari tahun ke tahun.”Semoga Allah selalu berkahi dan ridhoi niat baik,” ujarnya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati