Tak Hanya Instruksi Lisan, Pemerintah Dituntut Tegas Soal Penambangan di Kendeng

Pati, Mitrapost.com – Perwakilan masyarakat sekitar Pegunungan Kendeng yang tergabung dalam Ahli Waris Kendeng (AWK) menuntut kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati untuk tegas dalam menyikapi penambangan di kawasan Pegunungan Kendeng.

Ketua AWK, Bambang Riyanto menyampaikan, Pemkab Pati harusnya lebih tegas dan konsisten dalam mengurus persoalan izin tambang di Kawasan Bentang Alam Karst (KBAK) Kendeng.

Menurutnya, jika kawasan itu benar-benar termasuk dalam KBAK maka pemerintah tidak boleh ada aktivitas penambangan.

“Jika kawasan KBAK maka harusnya tak boleh ada penambangan. Jikalau pun berizin, maka pengawasannya harus lebih ketat,” katanya saat diwawancarai Mitrapost.com pada Rabu, (2/3/2022).

Ia juga menyinggung soal instruksi dari Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya soal penambangan di wilayah Kecamatan Sukolilo yang harus dihentikan karena rawan terjadi bencana.

Menurutnya, instruksi tersebut harus disertakan bukti konkrit melalui surat tertulis yang kemudian ditujukan untuk pihak pemilik tambang.

“Instruksi itu ke siapa dan apa kewenangannya. Kalau asal instruksi ya lucu,” tandas Bambang.

Pihaknya juga mengaku telah melakukan aksi audiensi beberapa kali sejak 2016 hingga 2019. Ia juga sudah membuat laporan resmi perihal penambangan tersebut kepada pihak eksekutif maupun legislatif tingkat Kabupaten Pati.

Sampai sekarang dari pemerintah daerah (pemda) juga belum ada tindakan terkait kondisi tambang tersebut.

“Kita sudah lakukan audiensi sejak 2016 sampai 2019. Sudah juga buat laporan resmi. Sampai pergantian legislatif belum juga ada tindakan,” imbuhnya.

Dampak adanya penambangan tersebut membuat masyarakat sekitar resah akibat kerusakan alam yang terjadi. Selain gunung yang hancur karena aktivitas tambang, infrastruktur jalan yang dijadikan akses warga menjadi rusak parah.

Selain itu, aktivitas tambang tersebut juga menjadikan kawasan sekitar berpotensi tinggi terjadinya tanah longsor dan banjir bandang.

“Kondisinya sekarang meresahkan, gunung rusak, jalannya juga ajur. Kasihan warga, adanya aktivitas tambang itu jelas mengganggu warga,” paparnya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati

Berita Terkait