Mitrapost.com – Peristiwa Bandung Lautan Api merupakan salah satu momen penting bagi bangsa Indonesia. Peristiwa yang terjadi pada 76 tahun silam, tepatnya pada 23 Maret 1946.
Istilah Bandung Lautan Api diambil karena pada masa itu, masyarakat Bandung memilih untuk membumihanguskan rumah mereka, daripada harus menyerahkan kepada tentara sekutu.
Guna memperingati peristiwa sejarah tersebut, dibentuk monument Bandung Lautan Api (BLA) di Lapangan Tegallega, yang menjadi bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pahlawan dan pendahulu bangsa.
Pada masa itu, terdapat 10 titik lokasi terjadinya pembumihangusan rumah penduduk. Kota Bandung juga memiliki 10 bukti atau stilasi dari momentum tersebut.
Stilasi-stilasi tersebut di antaranya penanda tempat pertama kalinya pembacaan teks proklamasi oleh rakyat Bandung, lokasi peristiwa perobekan bendera Belanda, maupun markas para pejuang Bandung Lautan Api.
Adapun 10 stilasi Bandung Lautan Api diantaranya berada di sejumlah jalan berikut.
- Jalan Ir H. Juanda – Sultan Agung
Stilasi yang berada di depan gedung bekas kantor berita Jepang, Domei yang sudah ada sejak tahun 1937. Menurut catatan sejarah, di kantor berita inilah untuk pertama kalinya teks proklamasi dibaca oleh rakyat Bandung. Kali ini bangunan tersebut sebagai Kantor Bank BTPN.
- Jalan Braga
Stilasi 2 tepatnya berada persimpangan Jalan Braga dan Jalan Naripan terletak gedung Bank Jabar yang dahulu bernama Gedung Denis.
Pada Oktober 1945, pejuang Bandung Moeljono dan E. Karmas berhasil merobek bendera Belanda.
- Jalan Asia-Afrika
Stilasi 3 berada di depan Gedung Asuransi Jiwasraya di Jalan Asia-Afrika atau di seberang Masjid Raya Jawa Barat.
Pada masa itu, gedung ini digunakan sebagai markas resimen 8, yang dibangun pada 1922.
- Jalan Simpang
Stilasi 4 berada di sebuah rumah yang terletak di Jalan Simpang. Dulunya, di tempat inilah keputusan serta perumusan pembumihangusan kota Bandung diambil. Selain itu, perintah untuk meninggalkan kota Bandung juga dikomandoi dari rumah ini. - SD Dewi Sartika
Stilasi 5 tidak berada jauh dari Jalan Oto Iskandardinata – Jalan Kautamaan Istri. Tepatnya di depan SD Dewi Sartika. - Jalan Ciguriang
Stilasi 6 letaknya pas di Jalan Ciguriang sebelah pusat perbelanjaan Yogya Kepatihan. Stilasi 6 terletak dalam sebuah rumah yang juga markas komando Divisi III Siliwangi pimpinan kol. A.H. Nasution. - Persimpangan Lengkong Tengah – Lengkong Dalam
Stilasi ini berada di persimpangan Jalan Lengkong Tengah dan Jalan Lengkong Dalam tepatnya belakang kampus Unpas.
Dulunya, tempat ini digunakan untuk bermukim masyarakat Indo – Belanda.
- Jalan Jembatan Baru
Stilasi ke 8 berada di Jalan Jembatan baru yang merupakan salah satu garis pertahanan pejuang saat terjadi pertempuran Lengkong. - Jalan Asmi
Stilasi 9 berada di SD ASMI, tepat Jalan Asmi. Bangunan utama gedung tidak banyak mengalami perubahan.
Tempat ini juga menjadi saksi sejarah yang digunakan untuk markas pemuda pejuang, PESINDO, dan BBRI, sebelum peristiwa Bandung Lautan Api.
- Gereja Gloria
Stilasi 10 berada di depan sebuah gereja yang terletak di jalan ini. Gereja yang bernama Gloria, dulunya merupakan gedung pemancar NIROM yang digunakan untuk menyebarluaskan proklamsi kemerdekaan ke seluruh Indonesia dan dunia.
Di seberang stilasi inilah, di Taman Tegallega, sebuah tugu kokoh bernama tugu Bandung Lautan Api berdiri. (*)
Redaksi Mitrapost.com






