Pati, Mitrapost.com – Diperkirakan umur Jembatan Juwana di ruas Jalan Nasional Semarang-Surabaya KM 87 yang sudah mencapai kurang lebih 39 tahun, akan dilakukan pembongkaran serta pembangunan ulang. Hal tersebut lantaran kondisinya yang sudah cukup mengkhawatirkan.
Bupati Pati Haryanto, saat mengadakan rapat terkait pembangunan jalan Juwana Rembang yang mengakibatkan kemacetan parah arus lalu lintas pada hari Rabu (24/3/2022), juga menyinggung perihal pembangunan Jembatan lama Juwana tersebut yang akan dilakukan setelah lebaran, mengingat proses pembongkaran jembatan tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama.
“Kalau masalah pembangunan ulang jembatan lama Juwana itu, nanti setelah lebaran akan dilakukan, kalau untuk jangka waktu ini belum bisa, karena mendekati ramadhan,” ucap Haryanto saat diwawancarai media di lokasi rapat.
“Untuk sekarang yang perbaikan jalan di Batangan saja sudah cukup mengganggu arus lalu lintas cukup parah, apalagi ditambah pembongkaran jembatan lama Juwana,” imbuhnya.
Setelah Haryanto berkoordinasi dengan pihak DPUTR Kabupaten dan Provinsi, estimasi lama pembangunan jembatan lama Juwana memakan waktu 8 bulan.
“Butuh waktu 8 bulan untuk pengerjaan proyek jembatan lama Juwana tersebut. Kalau ini dilakukan dalam jangka dekat dan tanpa koordinasi yang matang, bisa mengakibatkan kemacetan di jalan pantura selama berbulan bulan,” jelas Haryanto.
Diketahui, jembatan lama Juwana tersebut dibangun pata tahun 1982, yang baru berumur sekitar 39 tahun. Namun, kondisinya sudah cukup parah dan berpotensi membahayakan pengguna jalan tersebut.
Kerusakan jembatan itu ditengarai oleh beberapa faktor. Diantaranya beban jembatan yang dilalui oleh truk besar dan bermuatan berat menjadikannya cepat mengalami kerusakan.
Akan tetapi kondisi jembatan yang di sisi utara (Jembatan Baru Juwana) kondisinya juga sudah memprihatinkan. Hal tersebut dikarenakan, kendaraan yang melintas dengan muatan berat, ditambah lagi musim penghujan seperti saat ini. (*)






