Diklaim Bakal Ramah Disabilitas, Akses Trotoar Jalan Panglima Sudirman Diturunkan 15 Sentimeter

Pati, Mitrapost.com – Fasilitas akses disabilitas di trotoar Jalan Panglima Sudirman diklaim akan lebih ramah dari sebelumnya. Hal itu dilakukan setelah trotoar dilakukan pembenahan.

Hal itu dikatakan oleh Pejabat Pembuat Komitmen dari Balai Penataan Bangunan Permukiman Kawasan Jawa Tengah, Dika Dwi Angga saat meninjau proyek trotoar di Jalan Panglima Sudirman, Kamis (08/10/2026) siang. Ia menyebut akses disabilitas di trotoar itu telah diturunkan 15 sentimeter.

“Untuk fasilitas di sini kan memang trotoarnya direndahkan sebelum plus 15 sentimeter dari jalan ini rata-rata direndahkan plus minus 15 sentimeter dari trotoar,” ujar Dika.

Meski diturunkan 15 sentimeter, dia mengaku ada kendala di lapangan terkait elevasi U-ditch di beberapa segmen, terutama sekitar Toko Hartono. Dia menilai top U-ditch existing sangat tinggi dan tidak bisa dibongkar karena di luar lingkup pekerjaan.

“Namun memang ada kendala untuk top dari U-ditch itu sendiri, karena kita melakukan pengerjaan unit baru, dari top U-ditch ada di beberapa segmen di toko Hartono memang itu sangat tinggi. Kita tidak bisa melakukan pembongkaran karena di luar lingkup kita, jadi kita menyesuaikan dengan elevasi dari U-ditch existing,” jelasnya.

Namun demikian, pihaknya tetap memaksimalkan untuk melakukan penurunan trotoar di sekitaran toko tersebut. Selain itu, pihaknya juga akan memaksimalkan penurunan elevasi di titik-titik perempatan agar tetap mudah diakses penyandang disabilitas.

“Jadi untuk disabilitas kita maksimalkan untuk perempatan-perempatan kita akan turunkan elevasinya seperti yang di sini (depan Kejari Pati) sudah lebih mudah untuk diakses pengguna disabilitas,” terangnya.

Ditanya mengenai material trotoar yang terlihat lama dan kusam untuk akses disabilitas itu, Dika menegaskan bahwa seluruh material tersebut merupakan baru. Material lama hasil pembongkaran telah diamankan oleh Dinas Pekerjaan Umum.

“Kalau bahan lama itu tidak ada, ini semuanya baru dari kontraktor bisa menjelaskan lebih detail lagi. Tapi untuk pembongkaran sendiri dilakukan oleh PU dan diangkut ke gudang milik PU sendiri,” tegasnya.

Lebih lanjut, kesan material tidak baru tersebut disebabkan lantaran proses finishing dan pembersihan yang belum maksimal. Hal tersebut membuat sisa tanah dan pasir yang menempel.

“Memang kelihatan tidak baru. Kalau ini sebenarnya baru untuk jalur disabilitas memang pada saat pemasangan ada kena tanah, ada kena pasir gitu, mungkin kekurangan kita difinishing dan pembersihan,” pungkasnya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati