Mitrapost.com – Peralihan musim dari kemarau di Kabupaten Lebak, Banten bulan AMei dan April wajib diwaspadai. Diketahui peralihan tersebut berpotensi terjadi angin puting beliung dan tanah longsor.
Hal tersebut diungkapkan oleh Febby Rizky Pratama selaku Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lebak. Ia menyebut intensitas hujan akan tinggi dan dua bulan ke depan akan terjadi.
“Banten akan lebih lambat memasuki musim kemarau dibandingkan daerah lainnya. Lebak sendiri kemungkinan musim kemarau di bulan Mei dan puncaknya bulan Agustus,” kata Febby dikutip dari Detik News, pada Rabu (30/3/2022).
Ia menuturkan bahwa terdapat 28 kecamatan di Lebak yang berpotensi mengalami angin putting beliung. Adapun daerah rawan diantaranya Kecamatan Cijaku, Kecamatan Cileles, Kecamatan Rangkasbitung, Kecamatan Cimarga,Kecamatan Malimping, Kecamatan Gunung Kencana. Kemudian, dan Kecamatan Cirinten.
“Perlu diwaspadai karena wilayah itu jadi jalur arah angin,” kata dia.
Berkaitan dengan tersebut, potensi tanah longsor juga diperkirakan oleh BMKG. Level kerawanan tertinggi daerah yang berpotensi tanah longsor diantaranya, Kecamatan Muncang, Kecamatan Bojongmanik, Kecamatan Sobang, Kecamatan Cibeber, dan Kecamatan Leuwidamar.
“Yang lebih kami beri saran, bagi masyarakat yang tinggal di sepanjang lereng perbukitan. Karena cuaca panas, tanah menjadi kering terus diguyur hujan menyebabkan tanah longsor,” kata dia.
Ia mengimbau warga agar dapat waspada dan siaga terkait dengan potensi bencana yang terjadi di musim penghujan.
Ia meminta warga menyiapkan tas siaga yang berisi barang berharga dan pakaian.
“Jika terjadi longsor kami dapat segera menurunkan ekskavator, backhoe, dan lainnya. Warga yang di perbukitan setiap hujan agar selalu siaga, masukan barang ke tas bencana,” kata dia. (*)
Artikel ini telah tayang di Detik News dengan judul, “Waspada! Peralihan Musim di Lebak Berpotensi Angin Puting Beliung-Longsor”
Redaksi Mitrapost.com






