Rembang, Mitrapost.com – Pemerintah Kabupaten Rembang, Jawa Tengah tahun ini menaikkan nilai jual objek pajak (NJOP) tarif Pajak Bumi Bangunan (PBB) hingga dua kelas.
Bagus Sapto Utomo, Pelaksana di Bidang perencanaan, penggalian potensi, dan pendaftaran kantor Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan Dan Aset Daerah (BPPKAD) Rembang mengatakan bahwa kenaikan ini berdasarkan rekomendasi dari Tim Koordinasi dan Supervisi Pencegahan (Korsupgah) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dengan kenaikan NJOP PBB ini, otomatis akan menaikkan target pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor PBB dari Rp14 miliar di tahun 2021 menjadi Rp24 miliar di tahun 2022.
“2021 Rp14 miliar di tahun 2022 ini Rp22 miliar karena kita naik 2 kelas. Yang pokok dari Rp15 miliar menjadi Rp25 miliar. Semua se kabupaten Rembang serentak,” ujar Bagus.
Menurut Bagus, kebijakan kenaikan tarif PBB ini cukup relevan jika diterapkan, serta tidak memberatkan masyarakat.
Pasalnya PBB Kabupaten Rembang belum pernah dinaikkan sejak lima tahun terakhir. Disisi lain nilai jual tanah di Rembang dalam kurun waktu tersebut berubah cukup signifikan.
“tanah di Rembang masih sangat rendah. Di Rembang ada yang Rp10 ribu – Rp1 juta per meter. Masih terjangkau. Kita Sudah sosialisasi ke 14 kecamatan. Memang ada masyarakat protes tapi reaksinya ga keras,”terangnya.
PBB merupakan salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Rembang untuk pemenuhan belanja daerah. Menurut KPK, sudah sewajarnya setiap tahunnya harus ada peningkatan, yang bertujuan untuk mendorong kemandirian fiskal di wilayah setempat.
Diketahui, Pendapatan Asli Daerah Rembang dari PBB di tahun 2021 realisasinya mencapai 107 persen. Dari target Rp14 miliar tercapai Rp14,9 miliar.
Bagus menuturkan bahwa pada tahun 2022, kenaikan NJOP PBB ini diterapkan serentak untuk seluruh wilayah di Kabupaten Rembang.
Kendati demikian, Bagus mengaku pemerintah masih memberikan keringanan kepada warga yang tidak mampu membayar pajak PBB-nya.
“Ada mekanisme merasai bagi tidak mampu bisa menggunakan keringanan kepada Bupati,” tandas dia. (adv)
Wartawan Area Kabupaten Pati






