Vaksinasi Lansia Tahap 2 di Pati Masih Rendah, Dinkes Gencarkan Door To Door

Pati, Mitrapost.com – Capain tingkat vaksinasi tahap dua bagi lansia di Kabupaten Pati masih cenderung melambat dan rendah. Dinas Kesehatan instruksikan instansi layanan kesehatan (Puskesmas) untuk gencarkan vaksinasi door to door.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati, dr. Aviani Tritanti menyampaikan bahwa untuk beberapa jenis vaksin memang masih rendah, terutama untuk vaksin tahap 2 bagi lansia yang masih di angka 56,5 persen berdasarkan data Riil.

“Memang terkhusus untuk lansia tahap ke 2 ini masih 56,5 persen dari data riil yang saya sampaikan waktu paparan di pendopo itu data per 27 Maret. Nah untuk saat ini memang kami sedang mengejar itu dengan door to door yang dilakukan Puskesmas,” katanya saat ditemui oleh tim mitrapost.com belum lama ini.

dr Aviani juga menyebutkan bahwa permasalahan yang menjadi penyebab vaksinasi lansia masih rendah. Diantaranya karena lansia yang bersangkutan maupun pihak keluarga, menolak untuk divaksin tahap dua. Menurutnya, kebanyakan dari mereka masih takut terhadap efek gejala yang nanti akan ditimbulkan.

“Terutama untuk lansia ini memang susah, keluarga atau pun yang bersangkutan justru takut untuk di vaksin kedua. Ya takut kalau sakit atau efek lain dari vaksin itu,” tambahnya.

Selain itu, juga berkaitan dengan komorbid atau penyakit penyerta dari lansia, yang menjadi salah satu penghambat. Sedangkan penyebab lain, seperti sudah meninggal dan adanya anggapan bahwa tahap satu dirasa cukup, lantaran para lansia jarang bepergian.

Ia juga menyampaikan bahwa sebagian dari mereka juga banyak yang pindah domisili. Misalkan ikut anaknya ataupun saudaranya.

Ia juga menyampaikan, selain menggunakan sistem door to door, pihaknya sudah mempunyai solusi yang diterapkan, seperti melakukan verifikasi dan validasi data lansia dan juga edukasi kepada masyarakat perihal.

“Permasalahannya kenapa kok masih rendah, berdasarkan analisanya itu soal komorbid, ada juga yang meninggal dan pindah domisili. Kemudian stigma atau anggapan bahwa V1 itu cukup. Solusinya ya kita sudah lakukan verval data lansia. Edukasi ini juga menjadi solusi penting agar kemudian meningkat kesadaran,” pungkasnya dr. Aviani. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati