Pati, Mitrapost.com – Harga jagung yang stabil bahkan cenderung mengalami kenaikan, berpotensi memberikan keuntungan berlimpah untuk petani, walaupun kenaikan harganya tidak terlihat signifikan.
Berdasarkan pantauan dari Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Pati per tanggal 5/4/2022, harga jagung pipil kering dari petani berkisar di harga Rp4.800 sampai Rp5.000 per Kilogram (Kg), sedangkan harga jual di pasaran antara Rp5.100 sampai dengan Rp5.300 per Kg.
“Sebenarnya mas, pertanian yang hasilnya stabil dan jarang sekali mengalami penurunan harga adalah jagung,” ucap Rusmilah, selaku Kepala Seksi (Kasi) Fungsional Analis Pasar Dispertan Pati, saat dikonfirmasi Mitrapost.com (6/4/22).
“Kenapa jagung. Karena resiko kerugiannya sangat kecil, dan harganya yang stabil, bahkan cenderung naik, walaupun tidak terlalu signifikan,” imbuhnya.
Ia juga menegaskan, walaupun jagung berpotensi menghasilkan keuntungan berlipat dan lebih minim resiko, pihak Dispertan tidak bisa memaksakan petani untuk menanam komoditas yang satu ini.
“Sekarang eranya Agribisnis, yang menguntungkan yang harus ditanam. Kita tidak bisa memaksa petani harus menanam jagung, walaupun minim resiko dan harganya stabil, tetapi jika petani tidak bisa memasarkan jagungnya sama saja kita namanya kita menjerumuskan,” ungkap dia secara jelas.
Untuk itu, Dispertan berharap kepada petani, supaya bisa melihat pasar secara luas, supaya kesejahteraan petani di Kabupaten Pati semakin sejahtera.
“Kami berharap para petani di Kabupaten Pati bisa lebih Proaktif, saling bertukar informasi, konsultasi kepada PPL yang ada di lapangan, supaya kesejahteraan petani semakin merata,” tandas Rusmilah. (*)






